
BOYOLALI — Gerakan
pramuka memasuki usia ke 59 tahun pada tanggal 14 Agustus 2020 mendatang,
tentunya berbagai kegiatan dan upacara secara seremonial biasanya akan
disiapkan oleh pengurus pramuka dari berbagai tingkatan, mulai dari tingkat Kwartir
Nasional (Kwarnas), Kwartir Daerah (Kwarda), Kwartir Cabang (Kwarcab), Kwartir
Ranting (Kwarran) hingga Gugus Depan (Gudep).
Namun saat Pandemi
Covid- 19 seperti saat ini, tentunya kegiatan yang mengumpulkan massa dalam
jumlah yang banyak akan dikurangi bahkan ditiadakan. Meski begitu hal tersebut tidak
mengurangi makna perayaan HUT pramuka tahun ini.
Di Kwartir Cabang
Boyolali, ada seorang anggota pramuka yang merupakan anggota pramuka tertua di
Boyolali. Ia adalah Slamet Dirjo Pramono (77), yang saat ini ia masih aktif
menjadi anggota pramuka dan merupakan penasehat dari Kwartir Ranting (Kwarran)
Simo.
Saat tim Humas Kwarcab
Boyolali menyambangi salah satu rumah Pengurus Pramuka Kwarran Simo,
Selasa (23/6/2020), ia terlihat masih semangat sekali menyambut kedatangan
kami. Apalagi saat di wawancara oleh salah satu Jurnalis, ia
dengan senang hati menceritakan awal mula ikut serta menjadi anggota pramuka
hingga menjadi pembina pramuka sampai saat ini.

Menurutnya “ Ia
sudah mengikuti pramuka sejak lahirnya gerakan pramuka pada tahun 1961, dan
lahirnya pramuka tidak terlepas dari Keputusan Presiden (Kepres) No. 238 tahun
1961, dan berbagai gerakan kepanduan di indonesia melebur menjadi satu dalam
gerakan pramuka. Dan kebetulan tahun 1967 saya sudah diangkat menjadi guru, lalu
saya jadi pembina pramuka, Dan kebetulan juga untuk Kwartir Ranting Simo saat
itu, saya yang ditugaskan untuk pertama kalinya mengikuti Kursus Mahir Dasar
(KMD), Kursus Mahir Lanjutan (KML) hingga Nasional Training Scout (NTS)
yang terakhir mengikuti International Training Scout. Tahun 1975 ada Dwi fungsi,
saya menjadi guru dan Sekretaris Desa (Sekdes) hingga tahun 2010, saya
juga mengikuti setiap pergantian Ketua Kwarnas, Ketua Kwarda
hingga Ketua Kwarcab Boyolali pertama kalinya yaitu Sutrisno (Kepala
SMTP/ SMKN 1 Mojosongo), lalu Mayor (TNI) Bandi, hingga Supana, saya
mengikutinya dan akan selalu taat perintah para pimpinan. Saya berharap saat
nanti menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) Kwarcab BoyolaliMenghasilkan
pemimpin yang bisa menggerakan semua potensi pramuka yang ada termasuk di
tingkat Kwarran, agar pramuka lebih eksis lagi,” Ujarnya dengan
penuh semangat.
Meski usianya tidak
lagi muda, namun ia masih ingat sekali bagaimana ia menjadi anggota pramuka pertama
kalinya saat kelahiran gerakan pramuka tahun 1961 hingga sekarang masih aktif
menjadi penasehat pramuka di Kwarran Simo. Meski sekarang sudah purna tugas
menjadi guru dan Sekretaris Desa, Namun jika ada kegiatan pramuka, baik diundang
ataupun tidak diundang ia akan dengan senang hati untuk menghadirinya, dan
memberikan semangat kepada anak anak muda untuk tetap setia pada pramuka. Selain
itu, dalam kesehariannya sekarang ia juga masih aktif untuk mengelola lahan
pertanian, dan bercocok tanam.

Sementara itu
Sekretaris Kwarcab Boyolali, Toto Subagyo, Menjelaskan, “ Ada beberapa kegiatan yang harus dibatalkan karena Pandemi
Covid-19, Misalkan HUT Pramuka tingkat Kwarda Jateng yang rencananya akan
dilaksanakan di Boyolali, Bahkan perayaan HUT Pramuka tingkat Kwarcab Boyolali pun
masih mencari formula yang tepat apakah nanti ikut bergabung dengan HUT
Kemerdekaan RI atau dilaksanakan secara daring, kami masih menunggu petunjuk
dari Kwarda Jateng, Namun untuk Musyawarah Cabang (Muscab) Kwarcab
Boyolali tentang pemilihan pengurus Kwarcab yang baru akan kami gelar
secepatnya karena itu amanat organisasi, namun jika sudah ada izin untuk rapat
bersama Pemkab. Boyolali, akhir juni ini kan masa kepenguruan kami habis
dan kami akan segera melaksanakan Muscab,
tentunya karena masa Pandemi Covid- 19 kami harus menyesuaikan dengan mentaati
protokol kesehatan,” Ungkapnya. (Humas/ Eksani).
