
BOYOLALI — Gerakan Pramuka
Kwartir Cabang 1109 Boyolali mengikuti kegiatan Camp Gelar Satuan Karya Pramuka
Mitra Inovasi dan Literasi Teknologi Informasi Digital (Saka Milenial), yang
diselenggarakan oleh Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah secara daring, Senin
(10/8/2020) pagi. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Gubernur Jawa Tengah,
Ganjar Pranowo melalui aplikasi zoom
meeting di kantornya.
Dalam sambutannya, “ia
mengajak anggota pramuka untuk aktif mensosialisaikan pencegahan dan penanganan
Covid-19 melalui media video dan media sosial. Ganjar juga memaparkan, awal terbentuknya Satuan
Karya Pramuka Mitra Inovasi dan Literasi Teknologi Informasi Digital (Saka Milenial), untuk mengantisipasi
pergeseran budaya analog ke digital. Dengan pergeseran tersebut, ia berharap
teknologi gawai (gadget), dimanfaatkan secara optimal untuk kemaslahatan dan
kemanfaatan warga.
Pramuka
tak pernah mati gaya, hari ini kita diuji oleh Tuhan dengan Covid-19 yang
menelanjangi kita semua. Maka sebenarnya kita tak boleh berdiam diri. Banyak
aksi Pramuka yang saya pantau melalui media sosial atau langsung itu keren.
Bantu aksi sosial, bantu edukasi lewat medsos,
kalau literasi digital bagus, saka milenial bisa isi slot-slot itu,”
ujarnya.
Ganjar
berpesan, melalui Gelar Saka Milenial, para peserta dapat memanfaatkannya
dengan maksimal. Seluruh peserta forum daring ini diminta berpartisipasi sesuai
bakat atau kemampuan yang dimiliki, yang selaras dengan nilai-nilai Dasa
Dharma.
“Adik-adik
bisa buat video pendek, diupload ke medsos
kemudian CC ke saya. Buat konten kreatif, yang menarik simpel dan mak-jleb ke
usia-usia kalian, bisa tentang upaya pencegahan (Covid-19). Nanti setelah webinar, seluruh Kwarcab dan jejaring
tuliskan pesan pendek ke seluruh media sosial, quote dari narasumber. Akan jadi
gerakan luar biasa bagaimana literasi digital untuk mengetahui cara penularan
dan pencegahan Covid-19,” imbuh Ganjar Pranowo yang juga Ketua Majelis
Pembina Daerah (Mabida) Saka Milenial Jawa Tengah.
Ketua
Kwartir Cabang Boyolali, Supana, yang juga ikut dalam webinar tersebut
mengapresisasi kegiatan Saka Milenial yang digelar oleh Kwartir Daerah Jawa
Tengah, Menurutnya, “Saka Milenial ini harus terus didukung secara masif,
terutama kegiatan kegiatan sosial kepramukaan yang selalu diinformasikan
melalui media sosial ataupun media lainnya”. Ungkapnya.
Di
Kwartir Cabang Boyolali, untuk Saka Milenial ini sudah ada sejak tahun 2019
yang lalu, namun untuk Memorandum Of Understanding (MOU) atau Nota kesepahaman
dengan Dinas Komunikasi dan Informasi Kab.Boyolali rencananya akan
dikoordinasikan lagi dalam waktu dekat, karena selama pandemi Covid-19 ini
banyak agenda yang harus ditunda, salah satunya pembentukan saka milenial ini”.
Ujarnya.
Menurut
ketua Dewan Kerja Cabang (DKC) Kwarcab Boyolali, M. Bahrul Fadli, “Saka-saka
yang aktif di Kwarcab Boyolali sudah lumayan banyak, diantaranya Saka
Bhayangkara, Saka Bhakti Husada, Saka Kalpataru, Saka Wana Bakti, Saka Wira
Kartika, Saka Pustaka dan Saka Kencana. Sesuai informasi yang ia terima, ada
arahan dari Diskominfo Provinsi Jawa Tengah, Saka Milenial itu harus ada
disetiap Kwarcab di 35 Kabupaten/ Kota se Jawa Tengah”. Ujar Bahrul yang juga
Mahasiswa IAIN Surakarta ini.
Rencananya
kegiatan Gelar Camp Daring Saka Milenial diadakan dari tanggal 10-13 Agustus
2020, yang diikuti sekitar 300 peserta. (Eksani/ Humas).

