Magelang, 25 Agustus 2020, Kwartir Cabang Kota Magelang mengikuti giat Upacara Hari Pramuka Ke- 59 tingkat Kwartir Daerah Jawa Tenga di Kantor Kwartir Cabang Kota Magelang, Jl. Jeruk Tim. III No.3, Kramat Sel., Kec. Magelang Utara
Upacara via zoom ini diikuti oleh personil andalan Kwartir Cabang Kota Magelang , 2 perwakilan Kwartir Ranting Magelang Utara, 2 Kwartir Ranting Magelang Tengah , 2 Kwartir Ranting Magelang Selatan dan perwakilan dari adik – adik Dewan Kerja Cabang Kota Magelang. Jumlah total perserta pada kegiatan ini adalah 20 peserta.
“Ikhlas seperti dasa darma Pramuka yang dibacakan ikhlas tulus. Untuk apa? untuk membantu masyarakat, membantu tetangga, membantu sahabat, membantu orang-orang tercinta agar mereka bisa tetap sehat tidak tertular. Bisa melaksanakan kegiatan dengan baik dengan mengikuti protokol kesehatan. Bapak Ibu yang saya hormati, saya mengikuti Pramuka beraksi membuat masker membuat APD, menggalang kekuatan-kekuatan donasi membantu masyarakat menggerakkan kekuatan-kekuatan dalam komunitas, mulai dari komunitas jogotonggo yang ada di desa. Ada juga yang menggerakkan idenya pak Wagub seperti jogo santri dan jogo kyai, ada juga yang menggerakkan jogo Kerja, tempat kerja kita masing-masing ada juga yang sekarang menggerakkan lagi jogo pasar, agar pasar kita aman. Orang bisa berdagang tapi tetap sehat, kini mulai muncul sampai masuk sekolah Jogo siswa ide-ide brilian ide-ide cemerlang inilah kiranya perlu adik-adik dankakak-kakak dari Pramuka tampilkan. Percepat kita perbanyak kita bantu terus-menerus agar kita bisa memperbaiki situasi, ada kreatif kreatif lomba masker membuat visio ada aktivitas pertanian di kampung-kampung dan gerakan Pramuka cukup punya kemampuan dan kekuatan untuk itu karena keterampilannya sangat banyak dan tentu saja dibalik seragam yang kita kenakan ada spirit. Ada pikiran, ada tugas atau kewenangan yang sebenarnya ini menjadi energi besar buat pramuka untuk bergerak. Bapak Ibu yang saya hormati adik-adik dan kakak-kakak yang saya cintai, ada banyak kreativitas seperti pengolahan lahan, ada penanaman, membuat kompos, ada juga pemeliharaan ikan yang ini semua adalah untuk menunjang kekuatan gizi masyarakat didorong dari kemandirian. Disinilah arti dar Pramuka akan bisa menjadi pendorong Tut Wuri Handayani itu di depan kita bisa menjadi contoh, di tengahnya kita bisa menjadikan inspirator dinamisator dan di belakangnya pendorong yang luar biasa, tentu ada kakak-kakak adik-adik yang hari ini mengikuti saran virtual Tapi tentu saja ini tidak akan mengurangi sedikitpun makna dari acara kita pada pagi hari ini. Itu juga akan menjadi wahana untuk melatih anggota gerakan pramuka dan bisa mendapatkan tanda kecakapan khusus. Saya belum lupa dikasih TKK oleh Pembina sungguh kita itu bangganya minta ampun semakin banyak semakin bangga lagi dan itu menunjukkan prestasi dari masing-masing anggota sebagai satu kecakapan. Adik-adik dan kakak-kakak yang saya sangat hormati saya sampaikan selamat pada kakak-kakak dan adik-adik yang sudah mendapatkan penghargaan tentu di dalam penghargaan ini ada tugas ada satu obligasi moral yang mesti kita berikan untuk kita dedikasikan kepada merah putih kepada bangsa dan negara dan kepada kemanusiaan maka saya ingin mengajak kepada kita semuanya, untuk selalu peduli pada kondisi yang sekarang sedang melanda seluruh dunia wabil khusus terhadap Indonesia. Maka saya tidak akan pernah berhenti untuk mengajak gerakan Pramuka terlibat secara aktif, saya senang SAKA Milenial makin aktif makin mengisi ruang ruang virtual dengan narasi-narasi positif yang membanggakan yang menyemangati. Saya tahu adik-adik pasti tidak mudah mengikuti pelajaran di sekolah, Kakak sangat tahu persis itu. tapi kita tidak boleh menyerah selalu ada jalan keluar.Bisa berganti komunikasi dengan teknologi , bisa membuat kelas kecil tapi berjarak mungkin semacam kelompok belajar hanya sekedar 3 orang 5 orang sambil berlatih. Sekali lagi sambil berlatih menjaga diri tetap menggunakan masker tetap berjarak ada cuci tangan pakai sabun di sana dan kegiatan itu akan bisa mengajari kita semua beradaptasi dengan kebiasaan baru saya akan mengajak di acara kita yang sangat membanggakan ini. Yuk pak gubernur akan bantu kain akan saya kasihkan pada gerakan Pramuka, bagikan kepada teman-teman! jahit sendiri kreativitasnya sendiri nanti bagikan kepada mereka khususnya yang belum memiliki masker. Pada saat membagikan edukasi sekaligus bahwa masker yang nanti adik-adik buat. Kakak-kakak buat itu musti disertai narasi ini harus dipakai setiap 4 jam sekali diganti, kita boleh membuka masker seperti ini kalau sekeliling kita jaraknya jauh dan tidak ada orang begitu mendekat tidak boleh tidak, wajib hukumnya pakai masker pada diri kita sendiri harus ada bunyi-bunyian sinyal yang bisa kita tahu jarak kita ternyata kurang dari 1 m maka musti ada respon yang segera muncul. Ayo ayo jaga cara untuk sementara selamanya jarak jauh saja , kalau kita harus menempel pakai sikut untuk sementara bisa juga begini ada banyak cara kita beradaptasi dan saya pengen gerakan Pramuka nanti juga menggerakkan nanti kakak akan bagikan kain, kenapa kain? harapan kita akan muncul kreatifitas dari gerakan Pramuka seberapa pun bisa nanti kita produksi kita kan produksi kita akan kerja terus membantu sampai ke ujung ujung desa, ujung ujung gunung di remote area gerakan Pramuka pasti bisa melakukan itu siap atau tidak saya kira meskipun belum terlalu kompak tapi hatinya pasti sangat kompak sekali untuk kita laksanakan gerakan ini semuanya”, amanat Kak Ganjar Pranowo dalam sambutan Pembina Upacara hari Pramuka Ke-59, Kwartir Daerah Jawa Tengah.

