Close Menu
Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa TengahKwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah
    • Home
    • Profil
      • Lambang
      • Daftar Ketua Kwartir Daerah Jawa Tengah
      • Pra Kata Ketua Kwarda Jawa Tengah
      • Profil Pimpinan
      • Profil Sekretariat
    • Organisasi
      • Pengurus
      • Pusdiktlatda
      • Pusdatin
      • Puslitbangda
      • Dewan Kerja Daerah
    • Berita
      • Aktivitas Kwarda
      • Lintas Pramuka Jateng
      • Dewan Kerja
    • Puskepram
    • Kwartir Cabang
    • Portal Data
      • Peta Pendataan Anggota Pramuka Jateng
      • Ayo Pramuka Kwarnas
      • Pusat Data dan Informasi
    Kirim Berita RADIO
    Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah
    Home»Lintas Pramuka Jateng»Mashudi, Kakak yang Tegas & Bijak

    Mashudi, Kakak yang Tegas & Bijak

    Lintas Pramuka Jateng By 16/08/20204 Views
    Share WhatsApp Facebook Twitter Telegram
    Mashudi, Kakak yang Tegas & Bijak
    Share
    WhatsApp Facebook Twitter Telegram

    Saya mengenal lebih dekat dengan beliau saat saya dipercaya oleh tim formatur ditunjuk sebagai wakil ketua DKN masa 1983-1988. Saat itu kak Mashudi sebagai Ka Kwarnasnya.

    Kak mashudi, Sebagai pimpinan tertinggi di organisasi kepramukaan juga sebagai mantan pejabat beliau tetap rendah hati. Yang terlihat adalah sebagai sosok seorang kakak yang tegas dan bijak. Beliau memperlakukan kami, DKN sebagai adik binaannya: akrab dan mengayomi.

    Pernah suatu ketika beliau marah pada kami. Ya…, karena ada suatu masalah pada kegiatan. Tapi kemarahannya itu adalah marah yang membuat kami menyadari: kami memang salah. Beliau bukan sekadar menyalahkan kami, melainkan mengajak kami diskusi. Dengan berdiskusi itu ternyata, lebih membuka mata kami untuk selalu belajar dan belajar.

    Saya pernah tugas ke daerah bersama beliau ke Sulawesi Tenggara. Ketika itu ada kegiatan Raimuna Daerah Sulawesi Tenggara yang berlangsung di Kabupaten Muna. Selama perjalanan beliau mendapat fasilitas VIP karena termasuk pejabat negara. Saya melihatnya, beliau santai saja lho, tidak menunjukan beliau sebagai seorang pejabat.

    Nunung Isa Edris (wakil ketua DKN 1983-1988)

    Begitupun bersikap kepada saya. Saya diperlakukan sebagai anaknya, seolah bapak dan anak sedang bepergian ke luar kota. Rasanya saat itu: bangga sekali. Sampai detik ini masih bangga juga. Cerminan seorang kakak di kepramukaan sangat terlihat.

    Ada peristiwa yang tak pernah saya lupakan. Apa da tahun 1987 kami mengadakan kegiatan Raimuna Nasional. Nah, ternyata Ibu Tien Soeharto ingin bertemu dengan peserta putri di arena tersebut. Acara khusus pramuka putri. Saya sebagai wakil ketua DKN, juga wakil ketua panitia, saya harus memimpin acara saat itu. Dag dig dug, euy! Gak pede saya. Ternyata kak Mashudi mengetahui keadaan saya. Kak Mashudi terus membesarkan hati saya: “Ayo, kamu harus bisa! Pramuka putri harus maju. Ibu Tien akan senang melihat Pramuka Penegak Pandega putri maju.”

    Ucapannya itu memberikan energi positif. Saya seperti tercambuk. Tidak ada alasan saya untuk tidak percaya diri. Ini kesempatan saya dengan teman-teman putri menunjukan dihadapan Ibu Tien, bahwa: Kami ada, kami siap, dan kami bisa.

    Terima kasih kak Mashudi. Kakak sudah memberi semangat kepada saya saat itu.
    Banyak cerita tentang beliau. Semua membawa kesan indah, baik itu duka maupun suka. Bagi saya. Kak Mashudi itu sosok kakak yang luar biasa.

    Kebetulan kak Mashudi kenal dengan ayah saya yang juga anggota TNI AD. Makanya, saya merasa lebih dekat walaupun saya tetap menghormati beliau. Pernah suatu hari saya datang ke kantor Kwarnas diantar oleh ayah saya. Pada saat itu ayah saya berjumpa dengan kak Mashudi, kak Widodo Budidarmo (mantan kapolri). Saya mendengar kak Mashudi berkata kepada ayah saya: “Anakmu ini luar biasa. Berani dan galak.”

    Saya tidak tahu persis maksudnya apa? Ayah saya cuma tersenyum (Mungkin merasa malu atau mungkin bangga). Hahaha. Tapi yang jelas, setelah pertemuan tidak sengaja itu, ayah saya pernah bicara kepada saya: “Jangan galak-galak sama orang. Jangan mentang-mentang, Arek Suroboyo, jadi nekat (mungkin maksud ayah saya: bonek).” Hahaha…, saya gak akan lupa itu sampai saat ini.

    Teks: Nunung Isa Edris
    Editor: Fitri H.

      Berita terbaru
      Lintas Pramuka Jateng

      Dongeng Boneka Tangan Tiga Bahasa Ramaikan Stand Kwarran Purwojati

      Lintas Pramuka Jateng PUSDATIN JATENG11/09/20260

      PURWOKERTO — Ada cara unik untuk mengenalkan dunia kepramukaan di stand Kwarran Purwojati dalam Festival…

      Ka Kwarda Jawa Tengah Kunjungi Stand Purwojati, Apresiasi Kentongan DKR

      09/09/2026

      Meriah! Pertunjukan Kentongan dan Anoman Obong Ramaikan Festival Pramuka Banyumas

      09/09/2026

      Stand 35 Kwarran Purwojati Ramaikan Festival Pramuka Banyumas 2026

      09/09/2026
      Media Sosial
      • Facebook
      • YouTube
      • TikTok
      • WhatsApp
      • Twitter
      • Instagram

      Sekretariat :

      Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah
      Gedung Pramuka Lantai 5
      Jl. Pahlawan no. 8 Semarang
      Tel: +(024) 8311163
      Fax: +(024) 8311902.

      Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
      © 2026 Kwarda Jawa Tengah by Cyber Scouts PUSDATIN

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

      Go to mobile version