Close Menu
Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa TengahKwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah
    • Home
    • Profil
      • Lambang
      • Daftar Ketua Kwartir Daerah Jawa Tengah
      • Pra Kata Ketua Kwarda Jawa Tengah
      • Profil Pimpinan
      • Profil Sekretariat
    • Organisasi
      • Pengurus
      • Pusdiktlatda
      • Pusdatin
      • Puslitbangda
      • Dewan Kerja Daerah
    • Berita
      • Aktivitas Kwarda
      • Lintas Pramuka Jateng
      • Dewan Kerja
    • Puskepram
    • Kwartir Cabang
    • Portal Data
      • Peta Pendataan Anggota Pramuka Jateng
      • Ayo Pramuka Kwarnas
      • Pusat Data dan Informasi
    Kirim Berita RADIO
    Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah
    Home»Lintas Pramuka Jateng»25 Juta Anggota Pramuka Bisa Lakukan Perubahan Atasi Pandemi Covid-19

    25 Juta Anggota Pramuka Bisa Lakukan Perubahan Atasi Pandemi Covid-19

    Lintas Pramuka Jateng By 05/09/20200 Views
    Share WhatsApp Facebook Twitter Telegram
    25 Juta Anggota Pramuka Bisa Lakukan Perubahan Atasi Pandemi Covid-19
    Share
    WhatsApp Facebook Twitter Telegram

    Sebanyak 25 juta Anggota Pramuka Indonesia berpotensi melakukan perubahan mengatasi Pandemi Covid-19.

    “Pramuka harus mampu membuat tren patuh protokol kesehatan. Misalnya mengenakan masker harus menjadi tren, itu perlu kolaborasi. Sementara yang sulit adalah mencuci tangan. Memakai hand sanitizer juga dapat menjadi tren. Termasuk juga menjaga jarak yang aman. Bagaimana ngeriung atau cangkrukan yang aman,” kata Kepala UNICEF Perwakilan Jawa, Arie Rukmantara dalam Talkshow Gerakan Pramuka Dulu, Kini,dan Tantangan Adaptasi kebiasaan Baru yang digelar secara virtual, Senin(24/8/2020).

    Talkshow itu diikuti oleh perwakilan anggota Pramuka dari seluruh daerah di Jawa Tengah.

    Arie menuturkan, sebenarnya dunia telah mengalami beberapa kali pandemi. Pada tahun 1918, saat Bapak Pramuka Indonesia Sultan Hamengku Buwono IX berusia enam tahun, sudah ada pandemi flu. Kala itu penduduk harus tinggal di rumah, dilarang berkeliaran di luar rumah bila tidak perlu, dan dilarang masuk ke lokasi pandemi. Indonesia mampu mengatasi pandemi flu itu.

    Kemudian tahun 2000 ada pandemi SARS, selanjutnya tahun 2009 ada Flu Meksiko (H1N1), disusul Flu Unta pada 2012, dan tahun 2019 ada pandemi Covid-19. “Kini Pramuka harus berperan mengatasi pandemi kali ini,” tuturnya.

    Ketua Kwartir Daerah Pramuka Provinsi Jawa Tengah Siti Atikoh Supriyanti menambahkan, Pramuka selalu hadir di garis depan ketika masyarakat membutuhkan.

    “Ketika ada pandemi Covid-19, para anggota Pramuka ikut memberi penjelasan soal bahaya Covid. Mereka juga membagikan masker dan hand sanitizer. Di sini Pramuka memiliki semangat kebangsaan maupun pendidikan karakter. Selain itu juga mempunyai kecakapan hidup,” kata istri gubernur Ganjar Pranowo itu.

    Dengan jumlah pramuka yang banyak tersebut, maka Pramuka dapat menjadi pelopor membuat kegiatan yang positif. “Pandemi ini sudah berlangsung selama enam bulan. Pramuka harus mampu menciptakan ruang bahagia untuk diri sendiri maupun rekan-rekannya,” tuturnya.

    Dengan memanfaatkan teknologi komunikasi, anggota Pramuka bisa membuat video pendek, nge-vlog soal protokol kesehatan, hingga menolong bisnis tetangganya.

    Membuat video berdurasi satu menit dengan bahasa efektif dan pesan tersampaikan di media sosial IG (Instagram). Itu pun harus dilengkapi dengan caption di bawahnya agar yang tuna rungu pun bisa memahami. Bila diungah di Youtube juga harus ada running text agar pesan bisa sampai.

    “Di Rembang, ada siswa SMP yang meng-upload bisnis ikan asin tetangganya. Ternyata langsung ada pesanan. Ini adalah bentuk kegiatan positif para remaja Pramuka,” kata Atikoh.

    Di sisi lain, kegiatan nge-vlog adalah latihan berbicara di depan publik. Menyusun kata yang berisi dan bermakna untuk menyampaikan suatu pesan kepada orang lain.

    Oleh sebab itulah, meski kegiatan Pramuka yang biasanya berkumpul dalam jumlah banyak seperti camping sampai jambore ditiadakan karena pandemi, namun dengan menciptakan kegiatan positif yang berguna, Pramuka tetap bisa berkarya.

    Sementara itu Foresta Arbar Ramadhan, anggota Pramuka dari SMK Negeri 1 Brebes mengatakan bangga sebagai Pramuka.

    “Saya mendapatkan berbagai ilmu dan karakter positif. Banyak kegiatan positif di Pramuka. Berkemah, misalnya, itu membutuhkan kerjasama antartim. Mulai mendirikan tenda hingga kegiatan lain. Menyimpan ego sendiri untuk kepentingan regu. Kami juga belajar berkoordinasi dengan tim lain saat membuat api unggun. Kami belajar leadership di Pramuka,” ujar Foresta.

    Di sisi lain, dengan jumlah yang mencapai 25 juta anggota, menurut Arie Rukmantara dari UNICEF, Indonesia harus menjadi pengurus The World Organization of the Scout Movement (WOSM– Organisasi Pramuka Dunia). Sebab jumlah itu sama dengan 25 persen jumlah pramuka di dunia yang beranggotakan 100 juta.

    Bahkan Arie juga mendorong agar anggota Pramuka Indonesia mencatat segala kegiatan pengabdian yang mereka lakukan. Sebab dari data yang ia peroleh, ia sempat terkejut ketika melihat jam pengabdian Indonesia hanya sedikit, hanya 1.500 jam per bulan. Sementara Pramuka India mencapai 1,5 juta jam, dan Pramuka Amerika Serikat 10 juta jam per bulan.

    “Oleh karena itu mari kita catat jam pengabdian Pramuka kita. Membuat konten video waktunya kita catat, meng-upload juga kita catat, melihat konten juga dicatat. Juga ketika melakukan aksi sosial lainnya. Bila semua dicatat, maka akan luar biasa Pramuka Indonesia,” ujarnya.

    Artikel ini sebelumnya sudah tayang di BeritaSatu.Com

      Berita terbaru
      Aktivitas Kwarda

      Penancapan Wayang Garuda Tandai Dimulainya Lomba Pramuka Garuda Berprestasi Tingkat Kwarda Jawa Tengah 2026

      Aktivitas Kwarda PUSDATIN JATENG03/07/20261

      Penancapan Wayang Garuda menjadi simbol dimulainya Lomba Pramuka Garuda Berprestasi (LPGB) Tingkat Kwartir Daerah Jawa…

      Refleksi Hari Kelautan Nasional: Menakar Peran Generasi Muda Menjaga Masa Depan Maritim

      03/07/2026

      Berjalan Lancar, Mugus SMPN 10 Purwokerto Hasilkan Program Kerja Baru untuk Kemajuan Pramuka Banyumas

      03/07/2026

      Evaluasi Kinerja Organisasi, Kwarcab Banyumas Gelar Lomba Kwartir Tergiat (LKT) 2026 di Kwarran Somagede

      30/06/2026
      Media Sosial
      • Facebook
      • YouTube
      • TikTok
      • WhatsApp
      • Twitter
      • Instagram

      Sekretariat :

      Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah
      Gedung Pramuka Lantai 5
      Jl. Pahlawan no. 8 Semarang
      Tel: +(024) 8311163
      Fax: +(024) 8311902.

      Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
      © 2026 Kwarda Jawa Tengah by Cyber Scouts PUSDATIN

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

      Go to mobile version