
BOYOLALI — Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) 11-09 Boyolali masa bhakti 2015-2020, Supana, kembali terpilih menjadi Ketua Kwarcab Boyolali masa bhakti 2020-2025. Supana, terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Cabang (Muscab) Kwartir Cabang (Kwarcab) Boyolali yang digelar di Ruang Rapat Cempaka, Kantor Sekretaris Daerah (Sekda) Boyolali, Rabu (25/11/2020) pagi.
Pandemi Covid-19 membuat kegiatan Musyawarah Cabang (Muscab) Kwarcab Boyolali digelar secara terbatas dan mentaati protokol kesehatan, seperti memakai masker dan face shiled, mencuci tangan dan memakai handsanitizer serta menjaga jarak.
Kegiatan Muscab tersebut digelar oleh Kwarcab Boyolali untuk mempertanggung jawabkan program kerja lima tahun sebelumnya dan memilih ketua serta struktur kepengurusan masa bhakti 2020-2025.
Kegiatan tersebut dihadiri Asisten 3 Sekretaris Daerah Boyolali, Wiwis Trisiwi Handayani yang juga Plt. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Boyolali.
Selain itu kegiatan Muscab juga dihadiri perwakilan Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah, Agung Suparyoko (Wakil Ketua Kwarda Jateng Urusan Bina Satuan) dan Toro (Pelatih Kwarda Jateng).
Ditemui usai kegiatan, Wiwis Trisiwi Handayani, menyampaikan, “hari ini secara kebetulan di Pemerintah Kab. Boyolali sangat berbahagia, karena bisa mendampingi keluarga besar dari Kwarcab Boyolali dalam rangka pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) di Kab. Boyolali. Yang diselenggarakan di Ruang Cempaka, Sekda. Kab. Boyolali. Jadi dalam Muscab ini tentu saja secara anggaran dasar, anggaran rumah tangganya akan dilakukan suatu evaluasi pertanggung jawaban untuk pengurus periode sebelumnya 2015-2020 dan nantinyapun juga akan dipilih ketua, ataupun pengurus untuk masa bhakti 2020-2025. Terkait dengan kegiatan Muscab ini tentu saja harapan dari Pemerintah Kab. Boyolali bahwa peran serta dari pramuka sebagai mitra kerja dari Pemerintah tentu saja turut serta berpartisipasi secara profesional untuk meningkatkan anak didik, siswa, di dalam pembentukan karakter, dalam pembentukan watak, sikap, tingkah laku, mencerdaskan, tangguh, serta cinta tanah air. Tentu saja itu menjadi satu tugas yang berat juga untuk pramuka. Sehingga dalam kesempatan inipun Pemerintah juga harus mensupport baik itu hal-hal yang sifatnya infrastruktur ataupun tentang pendanaan, melalui OPD-OPD yang terkait baik dari Disporapar dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Harapannya tentu saja kedepan dengan program-program yang baru itu semakin sinergis dengan OPD-OPD, melalui Satuan Karya (Saka) yang ada, ada 10 Saka di Boyolali ini pramukanya. Itu tentu saja sinergis dalam kegiatan, Jadi bagaimana kita OPD-OPD yang mempunyai urusan itu akhirnya sinergis pada saat berbicara pramuka juga harus hadir disana. Sehingga tidak ada suatu beban, bahkan bisa menjadi suatu semangat yang baru bahwa Pemerintah dan Pramuka itu bergandengan tangan dalam mensukseskan dan mensejahterakan warga dan siswa siswanya, Ujar Wiwis.
Sementara itu Ketua Kwarda Jateng, Siti Atiqoh Ganjar Pranowo, yang diwakili oleh, Wakil Ketua Kwarda Jateng, Agung Suparyoko, “Kak Atiqoh berpesan bahwa penyelenggaraan Muscab Kwarcab Boyolali hari ini bisa berjalan dengan lancar, prinsip-prinsip Musyawarah sebagai pertanggung jawaban penyusunan program kerja dan pemilihan Ketua Kwarcab diharapkan bisa berjalan dengan lancar dan terkendali. Dan yang paling utama pelaksanaan Muscab ini tetap mentaati protokol kesehatan, dan ini pesan beliau Kak Atiqoh. Jadi peserta tetap menjaga jarak, tetap memakai masker dan mencuci tangan. Prinsip protokol Covid -19 harus diterapkan dalam Muscab ini,” Ungkapnya.
Usai Muscab, Harapannya ketua Kwarcab terpilih dapat membentuk kepengurusan yang baru sehingga dapat langsung menjalankan roda organisasi gerakan pramuka di Boyolali. (Eksani/ Humas).

