Close Menu
Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa TengahKwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah
    • Home
    • Profil
      • Lambang
      • Daftar Ketua Kwartir Daerah Jawa Tengah
      • Pra Kata Ketua Kwarda Jawa Tengah
      • Profil Pimpinan
      • Profil Sekretariat
    • Organisasi
      • Pengurus
      • Pusdiktlatda
      • Pusdatin
      • Puslitbangda
      • Dewan Kerja Daerah
    • Berita
      • Aktivitas Kwarda
      • Lintas Pramuka Jateng
      • Dewan Kerja
    • Puskepram
    • Kwartir Cabang
    • Portal Data
      • Peta Pendataan Anggota Pramuka Jateng
      • Ayo Pramuka Kwarnas
      • Pusat Data dan Informasi
    Kirim Berita RADIO
    Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah
    Home»Lintas Pramuka Jateng»Mencicip Manisnya Raja Madu Wana Bakti Produksi Anggota Pramuka Purbalingga

    Mencicip Manisnya Raja Madu Wana Bakti Produksi Anggota Pramuka Purbalingga

    Lintas Pramuka Jateng By 18/12/20208 Views
    Share WhatsApp Facebook Twitter Telegram
    Mencicip Manisnya Raja Madu Wana Bakti Produksi Anggota Pramuka Purbalingga
    Share
    WhatsApp Facebook Twitter Telegram

    Madu disukai oleh banyak orang karena mudah ditemukan dan mampu menjaga kesehatan tubuh hingga dapat dikonsumsi untuk pengobatan berbagai penyakit. Madu memiliki rasa manis yang khas.

    Selain rasanya yang enak, madu juga mengandung unsur monosakarida fruktosa dan glukosa yang lebih baik ketimbang gula. Madu mengandung kalori gula yang dapat menyerap lemak dengan baik, terutama apabila dikonsumsi bersamaan dengan air hangat.

    Menyajikan madu yang berkualitas telah dijalani Kak Dachuri sejak tahun 1980. Pimpinan Satuan Karya (Saka) Wanabakti Kabupaten Purbalingga ini memberi label Raja Madu Wanabakti. Raja diartikan sebagai Karangreja, Desa tempat tinggal Kak Dachuri, sedangkan Wanabakti diambilkan dari nama Saka. Selain itu, Wanabakti juga bisa diartikan, Kak Dachuri mengabdi atau berbakti kepada wana (hutan-red)

    “Saya, anggota Pramuka Wanabakti. Tidak akan saya lupakan. Jadi saya harus memberi nama produk madu saya dengan nama Raja Madu Wanabakti,” ungkapnya

    Lebah-lebah yang diternak oleh Pria kelahiran 6 Juni 1955 ini, jumlahnya ratusan ribu yang terbagi dalam ratusan kotak-kotak sarang Koloni Lebah. Sama halnya dengan ternak yang lain, lebah juga membutuhkan pakan yang cukup untuk kebutuhan hidup pokok, pertumbuhan koloni, produksi madu dan aktivitas reproduksi lebah.

    Untuk makanan lebih ini, Kak Dachuri tidak perlu repot untuk memberi makan. Cukup membawa kotak-kotak itu ke satu tempat dan melepaskan koloni lebah untuk mencari makan. Makanan lebah sangat gampang dijumpai, hampir semua tanaman berbunga adalah penghasil nektar. Selain nektar, lebah juga memerlukan air untuk kelangsungan hidup anggota koloni.

    Ketersediaan pakan lebah secara berkesinambungan merupakan salah satu syarat pendukung perkembangan koloni lebah dan produksi madu. Nektar merupakan hasil sekresi yang manis dari tanaman, merupakan bahan utama penyusun madu.

    “Misalnya, lebah dilepas diperkebunan kopi, maka koloni lebah ini akan menghasilkan madu kopi. Artinya, madu tersebut dikategorikan Mono Flora, yakni menghisap nektar tumbuhan satu jenis tumbuhan,” ungkapnya

    Tempat mencari makan lebah ini juga bisa berpindah, bila dilepas di hutan belantara maka lebah akan menghasilkan madu yang berbeda. Namanya madu Multi Flora karena terdapat berbagai macam tumbuhan, seperti perdu, sengon, mahoni, dan akasia. Madu ini dihisap dari berbagai bunga pohon itu.

    “Kuncup-kuncup daun ubi juga bisa dihisap oleh lebah. Madunya namanya extra flora. Karena banyak binatang kecil, namapnya kepik hinggap di kuncup daun. Hewan itu tidak mengeluarkan nektar tapi kelenjar air,” ungkapnya

    Untuk masa panen madu, biasanya sekitar satu hingga tiga bulan. Namun, kalau bergantian setiap kotak koloni bisa dipanen setiap bulan. Ada lebah namanya Lebah Mellifera hanya bisa menghasilkan madu setiap enam bulan sekali. Lebah madu Mellifera merupakan lebah budidaya paling unggul.

    “Selain menghasilkan madu yang melimpah, lebah jenis ini juga sangat jinak tidak mudah menyerang/ menyengat dan relatif mudah pemeliharaannya,” katanya.

    Untuk Kakak-kakak yang berminat membeli Raja Madu Wanabakti produksi Kak Dachuri ini, boleh berkunjung ke rumahnya di RT 01 RW 01 Desa Karangreja, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Kakak menyiapkan uang sebanyak Rp. 150.000 untuk membeli satu botol Madu biasa atau Multi Flora, untuk madu unggulan, atau madu Kaliandra dengan harga Rp. 160.000- Rp 170.000.  Ada juga Madu Sarang dengan harga 150.000- Rp 200.000 untuk satu kilogramnya.

     

    Bagikan Kepada Teman Anda

      Berita terbaru
      Aktivitas Kwarda

      Penancapan Wayang Garuda Tandai Dimulainya Lomba Pramuka Garuda Berprestasi Tingkat Kwarda Jawa Tengah 2026

      Aktivitas Kwarda PUSDATIN JATENG03/07/20261

      Penancapan Wayang Garuda menjadi simbol dimulainya Lomba Pramuka Garuda Berprestasi (LPGB) Tingkat Kwartir Daerah Jawa…

      Refleksi Hari Kelautan Nasional: Menakar Peran Generasi Muda Menjaga Masa Depan Maritim

      03/07/2026

      Berjalan Lancar, Mugus SMPN 10 Purwokerto Hasilkan Program Kerja Baru untuk Kemajuan Pramuka Banyumas

      03/07/2026

      Evaluasi Kinerja Organisasi, Kwarcab Banyumas Gelar Lomba Kwartir Tergiat (LKT) 2026 di Kwarran Somagede

      30/06/2026
      Media Sosial
      • Facebook
      • YouTube
      • TikTok
      • WhatsApp
      • Twitter
      • Instagram

      Sekretariat :

      Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah
      Gedung Pramuka Lantai 5
      Jl. Pahlawan no. 8 Semarang
      Tel: +(024) 8311163
      Fax: +(024) 8311902.

      Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
      © 2026 Kwarda Jawa Tengah by Cyber Scouts PUSDATIN

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

      Go to mobile version