Close Menu
Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa TengahKwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah
    • Home
    • Profil
      • Lambang
      • Daftar Ketua Kwartir Daerah Jawa Tengah
      • Pra Kata Ketua Kwarda Jawa Tengah
      • Profil Pimpinan
      • Profil Sekretariat
    • Organisasi
      • Pengurus
      • Pusdiktlatda
      • Pusdatin
      • Puslitbangda
      • Dewan Kerja Daerah
    • Berita
      • Aktivitas Kwarda
      • Lintas Pramuka Jateng
      • Dewan Kerja
    • Puskepram
    • Kwartir Cabang
    • Portal Data
      • Peta Pendataan Anggota Pramuka Jateng
      • Ayo Pramuka Kwarnas
      • Pusat Data dan Informasi
    Kirim Berita RADIO
    Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah
    Home»Lintas Pramuka Jateng»Melihat Geliat Pramuka Peduli dan Tagana Purbalingga di Dapur Umum Bencana Alam Dusun Pagersari – Kwarcab Purbalingga

    Melihat Geliat Pramuka Peduli dan Tagana Purbalingga di Dapur Umum Bencana Alam Dusun Pagersari – Kwarcab Purbalingga

    Lintas Pramuka Jateng By 03/01/20215 Views
    Share WhatsApp Facebook Twitter Telegram
    Melihat Geliat Pramuka Peduli dan Tagana Purbalingga di Dapur Umum Bencana Alam Dusun Pagersari – Kwarcab Purbalingga
    Share
    WhatsApp Facebook Twitter Telegram

    Malam mensesap rembulan. Jemari waktu merayap di antara dingin yang berpagut sepi. Malam terus melangkah menyambut pagi. Guratan langit yang mendung bergelayut syahdu. Keheningan pagi berlari pelan ditemani nada-nada gemricik air mengalir membasuh butir-butir beras tanpa ada patahan.

    Api kompor sudah menyala, nada-nada gemricik air kembali terdengar mengisi dandang besar diatas kompor. Api semangat siap memanaskan pagi di Dapur Umum (DU) Dusun Pagersari Desa Tumanggal Kecamatan Pengadegan.

    Air telah panas. Tangan-tangan perkasa anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan Pramuka Peduli Kwarcab Purbalingga dengan sigap memasukan butir-butir beras tanpa ada patahan kedalam dandang berisi air yang telah matang.

    “Tadi kami bersiap tepat pukul 00.00 Wib. Kami berlima dari Tagana dan Pramuli menyiapkan beras 75 kilogram. Nantinya, nasi hangat ini akan disajikan untuk sarapan pagi 750 orang pengungsi,” ungkap Anggota Tagana, Kak Iwan Supriyatno.

    Tak ingin pagi pergi tanpa makna, ibu-ibu berhijab lengkap dengan jaket tebal untuk menolak dingin menusuk badan bergegas menyiapkan berbagai jenis sayuran. Pisau sudah siap ditangan yang lembut, tajamnya pisau seperti tanpa diperintah merajang wortel, kol, dan sayur mayur lainnya untuk siap diolah menjadi masakan lezat.

    Tak perlu waktu lama, irisan sayuran telah disiap naik ke wajan besar. Terlihat kompor sudah menyala memasak potongan sayuran. Tangan-tangan penuh keikhlasan terlihat berulang kali mengaduk  untuk mendapatkan cita rasa masakan yang istimewa.

    “Kiye segane wis mateng, yuh disog kana ben adem (nasi sudah masak, mari ditaruh disana biar dingin-red),” teriak Kak Iwan lirih.

    Nasi telah matang dan siap menunggu dingin agar bertahan lama ketika nanti dibungkus. Sambil menunggu masakan yang akan menemani nasi siap. Kakak-kakak anggota Pramuli menyiapkan lipatan kertas pembungkus.

    Jarum jam di dinding yang dingin tepat menunjukkan pukul 03.00 WIB. Nasi hangat dan masakan istimewa siap untuk dijadikan satu dalam bungkusan cantik. Ibu-ibu berhijab lengkap dengan jaket tebal tadi beralih tugas membungkus nasi dan masakan ditemani oleh para anggota Pramuli.

    “Pagi ini, kami memasak sayur buncis dan seng mie, ditambah dengan telor goreng. Sesi pembungkusan masakan ini harus sudah selesai sebelum pukul 06.00 Wib. Kami bergotong royong bersama para ibu PKK dan Pemuda Karang Taruna Desa Tumanggal serta teman-teman dari Tagana,” ungkap anggota Pramuli Kwarcab Purbalingga, Kak Diah Tri Lutfianti.

    Kak Iwan Supriyatno yang juga Andalan Urusan Abdimas Kwarcab Purbalingga menjelaskan, DU ini merupakan kelanjutan dari DU yang telah berakhir 31 Desember 2020.

    “DU yang terletak di Balai Desa Tumanggal. Berakhir 31 Desember 2020. Teman-teman dari Dinsos, BPPD, PMI, dan para relawan lain telah selesai bertugas. Namun, Kami dari Tagana dan Pramuli diminta oleh Bu Kades untuk menemani sekaligus menyiapkan para pengungsi yang dibantu oleh masyarakat agar dapat mandiri menyiapkan segala keperluan sehari-harinya,” ungkapnya.

    Tagana dan Pramuli lanjut Kak Iwan, mendapat tugas hingga Minggu (3 Januari 2020) untuk mengajari mekanisme memasak dalam jumlah besar dan dipatok waktu. Pasalnya, untuk waktu distribusi makanan harus dilakukan dengan seksama, untuk penyiapan nasi bungkus, sarapan pagi hari, harus didistribusikan pada pukul 06.00 WIB, makan siang pukul 12.00 WIB dan makan malam pada pukul 17.00 WIB.

    “Tagana dan Pramuli berbagi ilmu untuk melatih kemandirian pengungsi. Kami berbagi tentang tata cara pembagian tugas memasak dan managemen waktu. Sudah bisa dilepas, hari Senin (4 Januari 2020) para pengungsi yang dibantu para pemuda dan ibu-ibu PKK sudah bisa memasak sendiri. Secara bertahap nantinya mereka akan bisa memasak dirumah masing-masing. Mereka masih memerlukan logistik mentah berupa sembako,” ungkapnya

    Satu orang pengungsi, Slamet Ridwan Mustofa mengaku sudah bisa memasak nasi dalam jumlah besar dengan benar.

    “Diajari memasak oleh teman-teman Tagana dan Pramuli. Sekarang sudah bisa. Dulu belum tahu caranya masak dengan jumlah banyak dan ditarget waktu. Jika nasi masih panas langsung dibungkus, pasti akan cepat basi. Sekarang sudah mahir,” ungkapnya

    Kepala Desa Tumanggal, Surati mengungkapkan, Pemerintah Desa memang meminta kepada relawan dari tagana dan Pramuli untuk membantu menyiapkan kemandirian pengungsi memulai kehidupan yang baru. Pihaknya juga menyampaikan, atas nama masyarakat Tumanggal menyampaikan terima kasih atas keiklasan serta kepedulian kepada korban terdampak bencana alam.

    “Terima kasih untuk Ibu Bupati beserta jajarannya, Dinas Sosial, dan BPBD. Kepada seluruh relawan yang telah membantu bahu membantu mengevakuasi, membantu memasak di dapur umum, juga untuk semua masyarakat yang tak bisa disebutkan satu satu, terima kasih atas donasinya. Semoga yang dilakukan dapat menjadi ladang amal ibadah,” tuturnya.

    Bencana tanah bergerak melanda Dusun Pagersari, Desa Tumanggal, Purbalingga, Jawa Tengah, ini terjadi Kamis (3 Desember 2020). Pergerakan tanah diakibatkan oleh faktor hujan yang mengguyur kawasan ini sejak pagi sampai malam hari. Selain itu, faktor topografi dengan kemiringan 30 derajat membuat tanah di Dusun Pagersari semakin labil.

    Akibatnya, puluhan rumah mengalami retak di bagian dinding, bahkan beberapa di antaranya roboh. Kerusakannya mulai dari rusak ringan hingga dapurnya ambruk. Karena elevasi tanahnya turun, ada dua rumah yang amblas. Hingga Kamis (31 Desember 2020), warga terdampak di RT 15, 16, dan 17 sebanyak 213 terdiri dari  704 mengungsi di tempat yang lebih aman.

    Bagikan Kepada Teman Anda

      Berita terbaru
      Lintas Pramuka Jateng

      Dongeng Boneka Tangan Tiga Bahasa Ramaikan Stand Kwarran Purwojati

      Lintas Pramuka Jateng PUSDATIN JATENG11/09/20260

      PURWOKERTO — Ada cara unik untuk mengenalkan dunia kepramukaan di stand Kwarran Purwojati dalam Festival…

      Ka Kwarda Jawa Tengah Kunjungi Stand Purwojati, Apresiasi Kentongan DKR

      09/09/2026

      Meriah! Pertunjukan Kentongan dan Anoman Obong Ramaikan Festival Pramuka Banyumas

      09/09/2026

      Stand 35 Kwarran Purwojati Ramaikan Festival Pramuka Banyumas 2026

      09/09/2026
      Media Sosial
      • Facebook
      • YouTube
      • TikTok
      • WhatsApp
      • Twitter
      • Instagram

      Sekretariat :

      Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah
      Gedung Pramuka Lantai 5
      Jl. Pahlawan no. 8 Semarang
      Tel: +(024) 8311163
      Fax: +(024) 8311902.

      Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
      © 2026 Kwarda Jawa Tengah by Cyber Scouts PUSDATIN

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

      Go to mobile version