Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah

Pandemi Jangan Risau, Ayo Belajar Menulis

Diam di rumah karena pandemi, tak berarti kehilangan peluang melakukan sesuatu yang produktif. Menulis, adalah aktivitas sehat yang bisa dilakukan, dan sangat penting bagi siapa pun termasuk Pramuka.

“Karena menulis adalah bagian dari
kreativitas untuk menghasilkan sebuah karya,” ujar Hetty Dwi Agustin, SPd,
pembina pramuka di SMP Negeri 3 Surakarta.

Hal ini menurutnya sejalan salah satu Indikator
Ketercapaian Tujuan (happy, healthy, helpful,
handycraft)
di dalam Fundamental Gerakan Pramuka khususnya di butir handycraft. Yaitu mampu menghasilkan
karya yang kreatif dan inovatif.

Terlebih, menulis bisa menjadi hobi
yang menguntungkan. “Selain memperluas wawasan, bayangkan kalau tulisan kita
dimuat di media massa, atau memenangkan lomba. Pasti ada hadiahnya kan,”
imbuhnya.

Berbeda dengan anggapan banyak orang,
Hetty menyebut menulis itu gampang dan sederhana. Bahan tulisan pun bertebaran
di sekitar kita. Sebagai bukti, dia memaparkan beberapa judul tulisannya yang
sudah mendapatkan International Standard
Book Number (ISBN)
:

Puisi Buat Sahabatku, Let’s Save
Our Earth (Yuk Sayangi Bumi Kita), Indonesia Heroes Encyclopedia, Best Practice
Uji SKU dengan Menggunakan Vlog bagi Pramuka Penggalang, Visiting Bali, Meningkatkan
Motivasi dan Kemampuan Menulis Bahasa Inggris “Recount Text” Memanfaatkan Media
Gambar dengan Metode PBL, 25 Pohon Asli Indonesia (25 Indonesian Native Trees),
Kasih Ibu,
serta CD tutorial [sumber elektronis] : Let’s Enjoy in Studying English.

“Selain pembina pramuka, saya juga guru
bahasa Inggris. Jadi lihat, semua bahan tulisan ini adalah apa yang ada di
sekitar.  Ambil semua dukungan yang ada,
bahkan ilustrasi dari beberapa buku tulisan saya dibikin sendiri oleh anak saya,
Widi Lindi Ranangsari,” ujar juara III Pembina Penggalang Berprestasi tingkat
Jawa Tengah tahun 2019 itu.

Saat ini, Hetty masih produktif menulis. Ada beberapa buku lagi yang dalam proses penulisan. Di luar itu, Andalan Bidang Humas Kwarcab Solo itu cukup aktif menulis di portal http://www.pramukasolo.id khususnya di kanal Scoutpedia.

“Jaga agar sumber inspirasi tulisanmu
tak pernah kering, banyak membaca dan mengamati sekelilingmu. Selanjutnya,
mulailah menulis. Jika tulisanmu buruk, asah lagi dengan latihan, pasti
hasilnya akan terus semakin baik,” pesannya.

Exit mobile version