Site icon Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah

Lebih Dekat Dengan Wakil Ketua Pusdiklatcab, Kak Dra. Sri Mardiyati, Yang Selalu Semangati Generasi Muda – Kwartir Cabang Boyolali

Lebih Dekat Dengan Wakil Ketua Pusdiklatcab, Kak Dra. Sri Mardiyati, Yang Selalu Semangati Generasi Muda – Kwartir Cabang Boyolali

BOYOLALI — Salam Pramuka, Kali ini Humas Kwartir Cabang (Kwarcab) Boyolali akan mengupas tentang profil Wakil Ketua Pusat Pendidikan Dan Pelatihan (Pusdiklat) Cabang Kwarcab Boyolali, yang baru yaitu Dra. Sri Mardiyati yang didapuk oleh Ketua Kwarcab Boyolali, Supana, menjadi salah satu pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Boyolali masa Bhakti 2020-2025. Seperti apa profilnya, berikut hasil wawancara pada Jum’at (19/2/2021).

Berawal dari perkenalan Humas dengan para pengurus Kwarcab Boyolali yang baru, salah satunya Kak Sri Mardiyati.

Ia menceritakan awal karirnya mengajar di SMAN 1 Boyolali sejak tahun 1992 hingga tahun 2017. Selama kurang lebih 25 tahun mengabdikan dirinya di SMAN 1 Boyolali, Pada tahun 2017 ia berpindah tugas mengajar di SMAN 2 Boyolali hingga sekarang. Perempuan kelahiran Boyolali, 30 Mei 1967 ini merupakan Alumni FKIP Sejarah UKSW Salatiga, dan sekaligus Pengurus Ikatan Alumni (IKA) Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), yaitu Lembaga Pemerintah Non Kementerian Indonesia yang bertugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pendidikan pimpinan tingkat nasional, pengkajian strategik ketahanan nasional dan pemantapan nilai-nilai kebangsaan.

Lalu ia banyak bercerita tentang wawasan kebangsaan, Menurutnya, Pendidikan dan Pembinaan tentang wawasan kebangsaan dan bela negara yang diajarkan saat siswa masuk sekolah sangat penting. Nilai-nilai dari Pancasila dan UUD 1945 ini wajib diketahui generasi muda sedini mungkin dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari hari, baik di sekolah maupun di tengah-tengah masyarakat. Dengan begitu generasi muda memiliki tameng yang kuat dalam menghadapi serangan-serangan yag memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Pancasila dan UUD 1945 adalah benteng untuk menghalau semua itu, Ujarnya.

Dalam kehidupan sehari-hari, sosok yang pernah mengikuti pendidikan Resimen Mahasiswa Yon Ganecha 914 Yudha 8 dan Indonesian International Defense Science Seminar 2018 yang diikuti 147 Negara, ini juga dikenal dikalangan pemuda Boyolali dan sekitarnya, bahkan rumahnya yang berada di Jl. Tentara Pelajar, Karangbulu, Mudal, Boyolali sering dikunjungi anggota pramuka dari berbagai daerah di Indonesia, selain itu juga para Mahasiswa dari Resimen Mahasiswa (Menwa) dari berbagai Kampus juga banyak yang datang untuk belajar, serta masih banyak masyarakat dan pejabat yang datang ke rumahnya.

Salah satunya Ketua Kwarda Jateng 2013-2018, Prof. Dr. Budi Prayitno yang juga pernah datang ke rumahnya beberapa tahun silam sebelum Pandemi Covid-19 untuk ikut memanen Lebah madu Jawa hasil Budidaya-nya.

Selain itu kediamannya di Mudal, Boyolali juga sering dikunjungi oleh Organisasi Pemuda, Pejabat, Dosen, hingga tokoh masyarakat dan Pengusaha di Boyolali dan luar daerah, tujuannya selain menimba ilmu tentang wawasan kebangsaan dan bela negara juga untuk melihat panen budidaya Lebah madu Jawa yang ia budidayakan sejak delapan tahun yang lalu.

Saat banyak para mahasiswa dan anggota pramuka yang datang ke rumahnya, Pada kesempatan itulah, Alumni TOT1 BED 17 Lemhanas RI serta Training Of Fasilitator Bela Negara (TOF BN) Kemenhan RI Tahun 2018 ini membekali para generasi muda dengan wawasan kebangsaan dan bela negara. Harapannya generasi muda semakin semangat dalam mengisi kemerdekaan dengan tetap melaksanakan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945.

Tentunya dengan segudang pengalamannya memberikan wawasan kebangsaan, bela negara dan pelatihan kepada para generasi muda dan Resimen Mahasiswa (Menwa), bisa diterapkan untuk memajukan Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kwarcab Boyolali di masa mendatang. (Eksani/ Humas).

Exit mobile version