
Angka kasus Covid-19 di Indonesia terus meningkat sejak awal Juni 2021. Lonjakat kasus terkonfirmasi positif Covid-19 ini merupakan akibat dari masih tingginya mobilitas masyarakat dan munculnya virus corona varian Delta.
Virus corona varian Delta memiliki kode B.1.617.2, pertama kali terdeteksi di India pada Oktober 2020. Menurut para ahli varian ini memiliki kemampuan lebih menular dan dapat memicu pasien yang terinfeksi mengalami gejala parah.
Untuk itu, penting kita mengetahui apa saja perbedaan antara gejala umum Covid-19 dengan gejala varian Delta.
Gejala Umum Covid-19
Mengutip dari Kompas.com, gejala inveksi virus corona umumnya akan muncuk pada periode masa inkubasi yaitu sekitar 2-14 hari setelah terpapar.
Gejala yang muncul antara lain:
Gejala umum dari infeksi virus corona adalah batuk. Namun, batuk yang timbul bukan seperti batuk biasa. Seseorang yang terinfeksi Covid-19 akan merasakan batuk yang sangat mengganggu dan terasa seperti berasal dari sesuatu yang jauh di dalam dada
Sesak napas umumnya muncul sebagai tanda penyakit sudah mencapai tahap serius. Bahkan gejala ini bisa muncul tanpa diiringi dengan batuk. Jika seseorang merasakan kondisi dada seperti diikat atau merasa kesulitan bernapas, maka segera menghubungi penyedia layanan kesehatan
Seseorang yang terinfeksi Covid-19 biasanya mengalami demam di atas 37,7 derajat celsius di sore dan menjelang petang.
Orang dengan Covid-19 merasakan tubuhnya menggigil, terasa sakit, dan demam tinggi saat malam hari. Namun, tidak semua orang dengan Covid-19 mengalami reaksi parah. Biasanya orang dengan Covid-19 mengalami kedinginan seperti kondisi flu ringan, serta sendi dan otot pegal-pegal yang terkadang sulit membedakan apakah itu flu atau Covid-19.
Tanda awal seseorang terinfeksi virus corona yaitu mengalami kelelahan hingga tahap yang ekstrem. Rasa lelah ini dapat berlanjut lama setelah virus hilang.
Gejala khas seseorang yang terkena Covid-19 yakni hilangnya kemampuan indra penciuman dan pengecap rasa. Dalam istilah medis, kondisi seperti ini disebut dengan anosmia. Biasanya kondisi seperti ini membuat pasien menjadi kurang nafsu makan.
Gejala Infeksi Varian Delta
Gejala infeksi Covid-19 varian Delta disebut mirip dengan gejala virus asalnya. Namun, varian Delta membuat gejala-gejala tersebut menjadi lebih parah sehingga menjadi lebih sulit ditangani oleh medis.
Profesor Kedokteran Darurat dan Kesehatan Internasional di John Hopkins University Dr Bhakti Hansoti menyampaikan, ada beberapa gejala infeksi virus corona varian Delta, yakni:
- Sakit perut
- Hilangnya selera makan
- Muntah
- Mual
- Nyeri sendi
- Gangguan pendengaran
Di sisi lain, Profesor Epidemiologi Genetika di King’s College London, Tim Spector mengatakan, gejala yang timbul akibat infeksi varian Delta terasa seperti flu yang parah. Ia menambahkan, ada beberapa gejala yang paling banyak dilaporkan oleh penderita Covid-19 varian Delta.
- Gejala yang dimaksud yakni:
- Sakit kepala
- Sakit tenggorokan
- Pilek
- Demam
Menurut beliau, gejala Covid-19 yang sebelumnya dianggap sering terjadi seperti batuk dan kehilangan penciuman justru lebih jarang terjadi pada orang yang terinfeksi varian Delta. Sedangkan, pada pasien yang lebih muda, gejala Covid-19 yang lebih dominan adalah pilek atau badan terasa tidak enak atau kelelahan.

