
Terhitung sejak Jumat 5 November 2021 kegiatan Pelatihan Pramuka Peduli (Pramuli) di Kwarcab Demak dimulai. Kegiatan tersebut terselenggara atas fasilitasi dari Kwarda Jawa Tengah dan diikuti oleh 40 orang peserta yang merupakan perwakilan dari 14 Kwartir Ranting di Demak. Rencananya kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari di lingkungan Sanggar Bakti Kwarcab Demak.
Pada hari ini, Sabtu 6 November 2021 para peserta mendapat materi tentang dapur umum. Dapur umum merupakan suatu tempat atau wadah yang memiliki tujuan untuk menyediakan makanan bagi korban bencana. Pada sesi ini, peserta dibagi menjadi tiga kelompok yang masing-masing bertugas untuk memasak nasi, memasak sayur dan memasak lauk.
Acara masak-memasak ini tidak seperti biasanya, karena para peserta diharuskan bisa menyediakan makanan lebih dari seratus porsi. Kalau orang awam menyebutnya dengan “Masak Gedhen” atau masak besar. Selain jumlah porsi yang banyak peserta juga harus belajar manajemen waktu dalam memasak agar makanan bisa tersedia tepat waktu. Seluruh peserta saling membantu untuk dapat menyelesaikan tantangan di dapur umum.
Setelah semua makanan siap dan dibungkus dengan rapi, kemudian dibagikan kepada santri pondok pesantren yang ada di sebelah sanggar pramuka dan santri di pondok pesantren Miftakhul Ulum Wonosalam.
Sesi-sesi pelatihan yang diberikan kepada peserta bertujuan untuk menyiapkan kader-kader Pramuka Peduli yang tangguh, sigap dan bisa diandalkan dalam berbagai kondisi terutama dalam situasi bencana.
Seperti yang telah disampaikan oleh Kak H. Fatchurrozi, S.Pd. Ketua Harian Kwartir Cabang Demak dalam sambutannya saat upacara pembukaan “Tidak ada yang namanya superman, adanya superteam. Untuk itu melalui kegiatan ini mari kita bersama-sama berlatih untuk menjadi superteam yang hebat dalam membantu masyarakat, terlebih masyarakat yang sedang dalam bencana.”
