Pramuka siaga pangkalan SD Negeri 2 Bantarsoka, Banyumas, Jawa Tengah dibekali materi lambang negara dan Bahasa Indonesia dalam kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) pramuka hari ini yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, Jumat, 28 Oktober 2022. Kegiatan ekskul tersebut diikuti oleh pramuka siaga kelas III dan IV yang berjumlah 53 anggota.
Setelah paginya mereka mengikuti upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda, siangnya, Ketua Majelis Pembimbing Gugus (Ka Mabigus), Rochimi, S.Pd. membuka kegiatan ekskul pramuka.
“Materi latihan ini sesuai urutan di SKU [Syarat Kecakapan Umum]. Tapi karena antara putra dan putri ruang belajar terpisah, dan pembinanya berbeda, ada perbedaan materi. Saya di siaga putra hari ini tentang Bahasa Indonesia. Untuk putri tentang lambang negara.” Ungkapnya dalam sesi wawancara.
Saat ditanya mengenai tanggapan beliau mengenai seberapa penting pramuka siaga belajar bahasa Indonesia dan lambang negara di kegiatan kepramukaan, Ka Mabigus menyampaikan tentang konsep belajar sepanjang hayat.
“Ini sangat penting. Kita perlu mengingatkan materi ini. Kadang-kadang, meski di kelas sudah ada gambarnya dan anak-anak bahkan dari TK [Taman Kanak-Kanak] sudah hafal lambang dan maknanya, tapi harus tetap kita ingatkan terus-menerus. Agar mereka semakin memahami dan semakin menumbuhkan nasionalisme.” Jelasnya.
Seperti yang dipaparkan Ka Mabigus tadi, selain mempelajari lambang negara, hari ini adik-adik siaga juga belajar tentang bahasa Indonesia. Bagaimana penggunaannya dalam berkomunikasi secara lisan dengan baik dan benar. Mereka praktik secara langsung.
“Dalam materi bahasa Indonesia, andik supaya maju, menceritakan, seperti mengenalkan dirinya, keluarganya, pengalamannya. Jadi secara lisan. Yang dinilai bahasanya. Cara mereka berbicara dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar serta komunikatif.” Tambah Bunda Rochimi.
Secara tidak langsung, hari ini juga diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda. Apabila dikaitkan dengan materi hari ini, maka tentunya sangat pas dengan momentum tersebut.
“Bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan. Pas banget dengan momen sumpah pemuda. Artinya dengan bahasa Indonesia, kita bisa menjalin keberagaman di nusantara. Ras, agama, bahasa, dan banyak lagi. Mempersatukan. Sama halnya dengan lambang negara Indonesia, garuda pancasila.” Terangnya.
Dalam kesempatan wawancara, Ka Mabigus juga menjelaskan peran penting kepramukaan di sekolah. Pihaknya menyatakan bahawa sekolah memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler pramuka yang memang wajib dilaksanakan sekolah. Ekskul ini juga memuat nilai-nilai yang sejalan dengan Kurikulum Merdeka untuk penguatan pedidikan karakter siswa sekolah dasar. Selain itu pastinya sangat mendukung profil pelajar pancasila.
Selain kegiatan pramuka untuk anggota siaga, dalam waktu bersamaan di pangkalan juga diselenggaran latihan pramuka untuk para pramuka penggalang dengan materi sandi semaphore dan latihan keterampilan baris-berbaris.

