amis, 18 November 2022, kwartir ranting (Kwarran) Purwokerto timur melakukan pelatihan pengelolaan sampah dan jurnalistik yang dilaksanakan di Pendopo kecamatan Purwokerto timur. Pelatihan diikuti oleh perwakilan Pembina pramuka di setiap Pangkalan se Purwokerto Timur. Sebanyak 37 peserta hadir dalam kegiatan, segenap panitia, dan unsur pengurus Kwarran.
Dalam sambutannya, Kak Eko Darsono, S.Pd., M.Pd., selaku Ka Mabiran Harian menyampaikan perlunya semangat dan motivasi untuk terus menggiatkan kegiatan pramuka. Selain sebagai muatan pelajaran di sekolah, pramuka juga sangat baik untuk membentuk karakter. Kak Eko juga menyampaikan perlunya tindak lanjut dari kegiatan pelatihan sehingga dampkanya bisa dirasakan.
“Harapan saya, setelah kegiatan ini ada tindak lanjut dan monitoring secara berkelanjutan.” Lanjut Ka Eko.
Pelatihan ini bertujuan untuk mengurangi sampah dapur yang dapat dimanfaatkan menjadi eco enzim. Menurut ketua Panitia yaitu Kak Kurniasih, S.Pd, pelatihan pengelolaan sampah ini dilatarbelakangi oleh banyaknya sampah di daerah purwokerto timur yang tidak diolah dan didaur ulang dengan baik. Oleh karena itu, Kwarran menyelenggarakan pelatihan ini yang mendatangkan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup Kak Mikesti, S.KM. M. Biomed. Pengelolaan sampah yang berasal dari sampah dapur segar dapat dimanfaatkan menjadi eco enzim.
” Eco enzim ini bermanfaat untuk pertumbuhan atau fertilizer atau bisa juga untuk pembasmi serangga.” ucap beliau.
Untuk membuat eco enzim, bahan yang digunakan mudah ditemui di rumah masing-masing, yaitu sisa kulit buah/sayur segar, gula merah, air dengan perbandingan 3:1:1. Alat yang digunakan yaitu wadah toples, talenan, dan pisau/gunting. Dengan didiamkan selama 3 bulan di wadah tertutup, sampah segar dari dapur sudah menjadi eco enzim yang bermanfaat untuk masyarakat.
Pelatihan ini dilanjutkan dengan materi yang kedua, yaitu jurnalistik yang disampaikan oleh Kak Yusuf Setyadi. Beliau memberikan pengarahan terkait kiat-kiat menulis berita yang baik dan benar, selain itu, kegiatan pelatihan ini juga melatih peserta untuk langsung membuat berita berdasarkan peristiwa. Peserta mempraktikkan membuat berita tentang kegiatan pelatihan pengelolaan sampah dan Jurnalistik yang sedang berlangsung. “Dalam membuat berita yang lengkap, hendaknya memuat 5w+1H. Selain itu, juga dilengkapi dengan dokumentasi pendukung” terang kak Yusuf.
kontributor: Ayu Fatma Azwar Pratiwi

