Setidaknya ada 635 anggota Pramuka Dewasa di Jawa Tengah yang mengikuti kegiatan Karang Pamitran dan Pitaran Pelatih Daerah (KP3D) Kwartir Daerah Jawa Tengah. 17 – 20 Juni 2023 di Pusat Kegiatan Kepramukaan (Puskepram) Candrabirawa. Ini menjadikan Kwarda Jawa Tengah menjadi yang pertama mampu melaksanakan kegiatan semacam ini di Indonesia. Hal ini diperkuat oleh Kapusdiklatda Kwarda Jawa Tengah, Kak Mulyono saat menyampaikan laporan panitia.
Dalam laporan panita saat upacara pembukaan KP3D, ia mengutarakan bahwa belum pernah ada Kwartir Daerah di Indonesia yang melaksanakan kegiatan semacam ini dengan jumlah mencapai 635 orang.
“Kita patut berbangga bahwa kegiatan Karang Pamitran dan Pitaran Pelatih Tingkat Daerah kali ini merupakan kegiatan Karang Pamitran dan Pitaran Pelatih yang pertama di Indonesia yang diselenggarakan oleh Kwartir Daerah dengan jumlah peserta terbanyak dan dengan biaya gotong royong seluruh peserta serta dukungan Kwartir Cabang se Jawa Tengah dan Kwartir Daerah Jawa Tengah.” Ungkap Kak Mung sapaan akrab kak Mulyono.
Ia merinci dari 635 anggota dewasa ini merupakan utusan dari 35 kwartir Cabang, dengan rincian 35 Kapusdiklatcab, 151 Pelatih Pembina Pramuka, 156 Pembina Pramuka Siaga, 147 Pembina Pramuka Penggalang, 103 Pembina Pramuka Penegak, 9 Pembina Pramuka Pandega dan 34 orang Pembina Pramuka Berkebutuhan Khusus.
Masih dari Kak Mung, ia juga menyampaikan bahwa kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua Bidang Binawasa Kwarda Jawa Tengah, Kak Kartono ini bertujuan menjalin persahabatan dan persaudaraan sesama pembina dan pelatih pembina Pramuka, menguatkan pemahaman tentang basic scouting, scouting skil bagi pembina dan pelatih pembina Pramuka. Kemudian selain itu juga untuk meningkatkan tata kelola gugus depan yang kreatif dan inovatif.
“Tentunya tujuan lain dari kegiatan ini yaitu untuk mewujudkan kualitas dan kompetensi pembina dalam mengelola gugus depan hyang mengarah pada tercapainya gugus depan terakreditasi baik. Meningkatkan pencapaian SKU, SKK, SPG di gugus depan. Selain itu juga untuk meningkatkan inovasi desain dan metode dalam pengelolaan diklat Kepramukaan. Serta yang terakhir adalah untuk menguatkan peran pelatih Pusdiklat dalam masa pengembangan pasca kursus serata sebagai konsultan pengembangan gugus depan.” Ucap Kak Mung.
