Sabtu, 5 Agustus 2023, bertempat di lapangan kecamatan Cilongok, sebuah prosesi adat yang kental dengan nilai-nilai tradisi Banyumas, yaitu “Begalan”, digelar dalam upacara adat penerimaan tamu ambalan Sunan Giri-Dewi Sartika di SMK Maarif NU 1 Cilongok.
Begalan, sebagai bagian dari upacara adat penerimaan tamu ambalan baru, menjadi momen penting bagi peserta untuk menjalani masa perubahan dari golongan penggalang menjadi penegak. Tradisi ini dipimpin oleh juru adat ambalan yang berperan dalam prosesi “mbegal” menyambut para tamu ambalan.
Kegiatan dimulai pukul 20.30, di mana peserta upacara mencium bendera merah putih sebagai simbol cinta tanah air. Selanjutnya, prosesi siraman dilaksanakan, di mana setiap peserta membasuh wajah mereka dengan air, yang memiliki makna untuk mensucikan hati dan pikiran.
Setelah melewati prosesi siraman, peserta upacara harus melalui gerbang, yang secara simbolis menandai perubahan status dari golongan penggalang menjadi penegak. Hal ini menunjukkan bahwa para tamu ambalan baru telah mencapai tingkatan yang lebih tinggi dalam perjalanan mereka sebagai pramuka.
Dalam pelaksanaanya juru adat sebagai peraga begalan menjelaskan makna ube rampe atau barang-barang yang dibawanya. Makna simbolis masing masing properti adalah sebagai berikut :
- Kusan, Apabila dipakai dibalik artinya seorang Pramuka Penegak harus bisa menampung aspirasi.
- Tebu Antebing kalbu, jadi makna Antebing kalbu yaitu seorang Pramuka yang mau belajar di Ambalan harus mantap didalam hati.
- Kipas sebagai pendingin, artinya seseorang itu harus bisa menjadi pendingin suasana jika didalam kehidupan/organisasinya terdapat masalah.
- Cengkir Kencenging pikir, artinya menjadi seseorang itu harus mempunyai pikiran yang kuat supaya masa depan bisa dihadapi dengan baik.
- Padi, Semakin tua semakin merunduk, artinya apabila kita sudah mempunyai banyak ilmu alangkah baiknya jika kita tidak menyombongkan diri melainkan mensyukuri dan bersembah diri kepada Yang Maha Esa.
Juru adat putri, Husna Lathifunnisa, menjelaskan,
“Prosesi adat begalan merupakan simbolis penyambutan adik-adik sebagai tamu ambalan yang kemudian diterima sebagai anggota ambalan Sunan Giri – Dewi Sartika. Para peserta saat ini sedang melewati fase transisi dari penggalang ke penegak, dan oleh karena itu, mereka perlu disambut dan diarahkan dengan baik.”
Sementara itu, juru adat putra, Gunawan Pamuji, menyampaikan harapannya bagi adik-adik yang diterima sebagai anggota penegak di SMK Maarif NU 1 Cilongok.
“Semoga adik-adik bisa menjadi pribadi yang lebih baik sebagai pramuka penegak, membawa semangat kebaikan dan kepemimpinan dalam kehidupan mereka.”
Prosesi begalan ini bukan hanya sekadar kegiatan simbolis semata, tetapi juga mengandung makna mendalam tentang penerimaan dan pengembangan anggota baru di lingkungan ambalan Sunan Giri-Dewi Sartika. Semoga para anggota baru ini dapat mengemban tugas dan tanggung jawab sebagai penegak dengan baik, meneruskan warisan tradisi dan semangat pramuka yang terus berkembang di sekolah.
