Pramuka Peduli Kwartir Ranting Purbalingga kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk anggota yang tangguh, peduli, dan siap menghadapi berbagai tantangan di lapangan dengan menyelenggarakan kegiatan Pembrivetan. Kegiatan ini dilaksanakan selama empat hari tiga malam, dimulai pada hari Senin hingga Kamis, tanggal 7 sampai dengan 10 Juli 2025. Sebanyak 21 anggota Pramuka Peduli Kwarran Puralingga mengikuti kegiatan yang berlokasi di kawasan Situ Tirta Marta (Telaga), Purbalingga. Pemilihan tempat kegiatan ini bertujuan untuk mendekatkan peserta pada suasana lapangan sebenarnya. Sekaligus melatih mereka untuk beradaptasi dengan lingkungan alam dalam kondisi terbatas.
Pembrivetan menjadi salah satu tahap penting dalam pembinaan anggota Pramuka Peduli, karena kegiatan ini menjadi sarana untuk menilai sejauh mana pemahaman dan kemampuan yang telah mereka miliki. Selain sebagai bentuk penguatan kapasitas anggota, kegiatan ini juga bertujuan sebagai tahapan penilaian sebelum anggota terlibat dalam kegiatan operasi tanggap darurat. Serta kegiatan kemanusiaan seperti tanggap bencana, pertolongan darurat, hingga misi sosial lainnya.
Selama pelaksanaan kegiatan, peserta mengikuti berbagai materi dan pelatihan penting yang berfokus untuk meningkatkan kemampuan sebagai anggota Pramuka Peduli. Peserta menerima materi dari pagi hingga malam hari. Adapun materi yang peserta dapatkan antara lain pengenalan tentang Pramuka Peduli, pelatihan manajemen bencana, hingga teknik dasar navigasi darat dan teknik videografi dan fotografi.
Salah satu pemateri utama yaitu Kak Udin memberikan pelatihan langsung kepada peserta terkait teknik membaca peta dan kompas, penggunaan alat navigasi sederhana, serta penanganan dalam situasi darurat yang berisiko tinggi. Pelatihan ini tidak hanya memberikan teori semata, namun ada juga simulasi dan praktik lapangan.
Sebagai bagian dari simulasi kedaruratan, peserta juga mendirikan bivak yang terbuat dari ponco untuk tempat tidur selama kegiatan. Hal ini untuk menguji ketahanan fisik dan mental mereka, serta melatih kemampuan bertahan hidup dalam situasi terbatas seperti saat terjadi bencana alam atau kegiatan lapangan lainnya. Kondisi cuaca yang berubah-ubah selama kegiatan pun menjadi tantangan tersendiri yang harus dihadapi peserta dengan semangat dan kesiapan.
Untuk menjaga stamina dan kesehatan peserta, panitia menyusun jadwal kegiatan dengan memperhatikan kondisi peserta, hal ini agar kegiatan tidak terlalu memberatkan. Pada hari keempat, seluruh peserta mengikuti kegiatan long march dari lokasi kegiatan menuju kantor Kecamatan Purbalingga. Kegiatan ini menjadi simbol ketahanan, kerja sama, serta semangat juang yang mereka (peserta) dapatkan selama mengikuti pembinaan.
Untuk pelaksanaan penyematan brivet Pramuka Peduli sendiri berlangsung pada saat upacara penutupan kegiatan.
Kegiatan Pembrivetan Pramuka Peduli ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi dan pelatihan, tetapi juga sebagai momentum membangun jiwa kepemimpinan, kerja sama tim, dan kepedulian sosial. Maksud dari rangkaian kegiatan ini tentunya agar bisa membentuk karakter anggota yang tidak hanya tangguh dalam fisik, tetapi juga kuat dalam semangat pengabdian dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kepramukaan.
Ketua panitia, Kak Ganis menyampaikan berpesan kepada seluruh anggota Pramuka Peduli yang mengikuti kegiatan ini agar tetap menjadi pribadi yang tingan tangan dalam membantu sesama (dalam hal kebaikan).
“Untuk Pramuli se-Kwarcab dan se-Kwarran Purbalingga, tetaplah menjadi pribadi yang ringan tangan tanpa pamrih, terus berjuang tanpa rasa lelah. Semoga apapun yang kita pelajari dan pahami selama ini bisa menjadi bekal berharga untuk hari ini, esok, dan masa yang akan datang.” Ungkapnya.
Pewarta : Devi Lestari

