SEMARANG [03/11], Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Tengah bersama
Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Semarang menunjukkan komitmennya dalam menciptakan
pemimpin muda peduli lingkungan melalui tindak lanjut program Training of Trainers (TOT)
Life Leaders Project. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh perwakilan Kwarda Jateng, Kak Ary
Sotyarini, yang merupakan peserta TOT Life Leaders Project, dan didampingi oleh unsur dari
Kwarcab Kota Semarang.
Kegiatan tindak lanjut yang dilaksanakan pada Jumat, 31 Oktober 2025 ini dibagi menjadi dua
fokus utama: Lokakarya Inovasi di sekolah dan Aksi Konservasi Pesisir di pantai.
Kegiatan diawali dengan Lokakarya Life Leaders Innovation yang bertempat di SMA 12
Kecamatan Gunungpati, Semarang. Dan diikuti oleh 20 orang anggota Gudep yang
berpangkalan di SMA N 12 Semarang. Lokakarya ini bertujuan untuk menanamkan jiwa
kepemimpinan dan inovasi lingkungan pada peserta didik. Usai lokakarya, kegiatan dilanjutkan
dengan aksi nyata di lingkungan sekolah berupa Pengolahan Sampah: Memberikan edukasi
dan praktik langsung mengenai pengelolaan sampah yang efektif. Dan Pencegahan
Vandalisme: Menggalakkan gerakan untuk menjaga fasilitas sekolah dan ruang publik dari
tindakan perusakan. Aksi ini merupakan upaya konkret untuk menciptakan lingkungan sekolah
yang bersih, inovatif, dan bebas dari perilaku merusak.
Kemudian fokus aksi bergeser ke kawasan pesisir melalui kegiatan bertajuk “SAPA LAUT” yang
dilaksanakan di sepanjang pantai Pulau Tirang, Kota Semarang, Minggu, 2 November 2025.
Aksi SAPA LAUT ini melibatkan 35 anggota Pramuka yang terdiri dari perwakilan Dewan Kerja
Ranting (DKR), dan Dewan Kerja Cabang (DKC) Kota Semarang. Kegiatan yang dilakukan
meliputi pungut Sampah Plastik: Melaksanakan bersih-bersih massal di sepanjang pantai
untuk mengurangi polusi sampah plastik yang mengancam ekosistem laut, penempatan
Tempat Sampah An-organik: Secara kreatif memanfaatkan tong bekas untuk dijadikan tempat
sampah an-organik, yang kemudian ditempatkan di lokasi strategis sebagai fasilitas
pendukung kebersihan, dan Penanaman Pohon Mangrove: Aksi konservasi ini bertujuan untuk
memperkuat garis pantai, mencegah abrasi, dan menciptakan habitat yang sehat bagi biota
laut.
Kak Ary Sotyarini menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari pengamalan
Dasa Dharma, khususnya poin Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia.
“Pramuka harus menjadi pelopor dalam isu lingkungan. Melalui Life Leaders Project, kita ingin menumbuhkan
pemimpin yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kepekaan tinggi terhadap lingkungan
dan inovasi sosial,” ujarnya.
Aksi SAPA LAUT ini mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar dan diharapkan dapat menjadi
agenda rutin yang menginspirasi generasi muda lainnya untuk aktif dalam konservasi
lingkungan pesisir. (ayikpusdatinjateng)

