Operasi pencarian dan pertolongan (Opsar) terhadap seorang anak yang tenggelam di Sungai Tajum, Karangtawang, Desa Banteran, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, resmi ditutup pada Senin (2/3/2026) setelah korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Korban diketahui bernama Arjun (9), warga Karangtawang RT 06/04 Desa Banteran, Kecamatan Wangon. Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Sabtu (28/2/2026) sekitar pukul 15.00 WIB di aliran Sungai Tajum.
Operasi pencarian hari pertama dilaksanakan pada Minggu (1/3/2026) oleh tim gabungan yang terdiri dari BASARNAS Cilacap, Kwarcab Banyumas melalui Pramuka Peduli dan Ubaloka, Polsek Wangon, Koramil Wangon, Damkar Kabupaten Banyumas, MDMC, SERI, BHV, RAPI, SAR Banyumas, BAZNAS, Gumelar Rescue, serta perangkat Desa Banteran.
Tim melakukan pencarian dengan metode penyusuran sungai menggunakan teknik body rafting dan penyisiran menggunakan perahu. Informasi kejadian juga disampaikan kepada para pencari pasir di sepanjang aliran Sungai Tajum hingga perbatasan Sungai Serayu guna memperluas pemantauan. Operasi hari pertama berakhir dengan hasil nihil dan dilanjutkan keesokan harinya dengan titik kumpul di rumah Kepala Dusun Karangtawang.
Memasuki hari kedua, Senin (2/3/2026), pencarian kembali dilanjutkan dengan melibatkan unsur tambahan seperti BPBD Kabupaten Banyumas, LINMAS Inti Kabupaten Banyumas, Puskesmas 1 Wangon, SAR MTA, KSB Sumbang, Celeng Rescue, potensi SAR, perangkat Kecamatan Wangon, serta masyarakat setempat.
Pencarian difokuskan di dua titik, yakni di bawah Jembatan Menganti dan penyusuran lanjutan menuju Sungai Serayu. Sekitar pukul 14.13 WIB, tim SAR gabungan melihat jenazah korban terapung di perairan Sungai Serayu, sekitar 20 kilometer dari lokasi kejadian pertama (LKP).
Korban berhasil dievakuasi dan dibawa ke rumah duka pada pukul 15.30 WIB. Tim medis dari Puskesmas 1 Wangon kemudian melakukan pemeriksaan sebelum jenazah dimandikan dan dimakamkan secara layak oleh pihak keluarga.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR laka air tersebut resmi dinyatakan ditutup, dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.
Koordinator lapangan dari Pramuka Peduli dan Ubaloka Kwarcab Banyumas, Ari Pringgo Aji, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian operasi berjalan lancar dan tidak ada personel yang mengalami cedera selama proses pencarian berlangsung.
“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas anak-anak di sekitar aliran sungai, terutama saat debit air berpotensi meningkat dan arus cukup deras.” pungkasnya
Pewarta : Nurrina Dyahpuspita 
