SEMARANG – Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Tengah mengajak seluruh anggota dan masyarakat untuk mengambil langkah nyata dalam menghadapi perubahan iklim melalui aksi Earth Hour 2026. Kegiatan simbolis mematikan lampu ini dijadwalkan serentak pada Sabtu, 28 Maret 2026, pukul 20.30 WIB.
Tahun ini, dengan mengusung ajakan “Beri Ruang untuk Bumi”, Pramuka Jawa Tengah menekankan bahwa satu jam dalam kegelapan bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk kepedulian nyata terhadap masa depan planet.
Pesan Kolaborasi dan Kesadaran
Melalui Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kwarda Jateng, aksi ini ditujukan khususnya kepada para “Kakak-kakak” Pramuka di seluruh wilayah Jawa Tengah agar menjadi pelopor di lingkungan masing-masing. Mematikan aliran listrik selama 60 menit diharapkan mampu mengurangi beban emisi karbon sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya efisiensi energi.
Detail Pelaksanaan
Kegiatan: Earth Hour 2026 (Mematikan lampu dan alat elektronik yang tidak digunakan).
Waktu: Sabtu, 28 Maret 2026.
Pukul: 20.30 WIB – 21.30 WIB.
Partisipan: Seluruh anggota Pramuka Jawa Tengah dan masyarakat umum.
Aksi ini juga didorong untuk dipublikasikan secara digital melalui tagar resmi:
#EarthHour2026 #BeriRuanguntukBumi #EarthHourPramukaJateng #PramukaJateng
“Mari kita tunjukkan bahwa Pramuka Jawa Tengah tidak hanya berbakti di masyarakat, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian alam. Satu jam untuk bumi, selamanya untuk masa depan,” ungkap perwakilan Pusdatin Kwarda Jateng.
