SEMARANG, 27 April 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Bumi, Pramuka Jawa Tengah dalam hal ini Dewan Kerja Daerah (DKD) Jawa Tengah bersinergi dengan Racana Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) sukses menyelenggarakan “Seminar Peringatan Hari Bumi 2026” pada tanggal 26 April 2026. Bertempat di Aula TVku UDINUS, Semarang, perhelatan ini mengusung tema utama “Bakti Bermakna Gerakan Pramuka melalui Kolaborasi Menuju Bumi Lestari”.
Kegiatan kolaboratif ini menyoroti secara tajam peran strategis generasi muda, khususnya Pramuka Penegak dan Pandega, dalam mengambil aksi nyata menghadapi ancaman krisis iklim global, deforestasi, dan hilangnya keanekaragaman hayati.
Seminar ini dihadiri oleh antusiasme ratusan anggota Pramuka Penegak dan Pandega, serta mahasiswa dari berbagai wilayah di Jawa Tengah secara hybrid (luring dan daring). Diskusi dipandu untuk mengonversi isu-isu global menjadi aksi lokal yang berdampak, dengan menghadirkan empat narasumber ahli:
Kak Tri Utdiono, S.Hut. (Kasi Utama Komper & Pelaporan Perhutani Divre Jateng)
Membawakan materi “Strategi Kolaboratif Pelestarian Keanekaragaman Hayati yang Berkelanjutan”. Beliau menekankan pentingnya menjaga 13% kawasan hutan lindung di Jawa Tengah sebagai benteng terakhir flora dan fauna endemik, serta menantang setiap peserta untuk memulai langkah konkret dengan menanam minimal satu pohon.
Kak Roro Nawang Wulan, S.T., M.Si., C.EIA (Andalan Kwarda Jateng Urusan Binamuda)
Dalam paparannya mengenai “Bakti Pramuka Jawa Tengah dalam Penanganan Permasalahan Lingkungan dan Kebencanaan Nasional”, Kak Roro menyoroti 16 masalah lingkungan terbesar global, termasuk ancaman jejak karbon (carbon footprint). Ia mendorong Pramuka Penegak dan Pandega untuk aktif mengedukasi masyarakat (melalui Satuan Karya maupun Ubaloka) dan memulai riset inovasi pelestarian alam.
Kak Dr. Ika Pantiawati, S.Si.T., M.Kes (Dosen Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro)
Membahas “Membangun Kesadaran Pramuka Melalui Green Leadership dalam Perspektif Tridarma Perguruan Tinggi”. Beliau mengajak para mahasiswa untuk menjadi role model dalam kepemimpinan hijau (green leadership). Langkah ini dapat dimulai dari kebiasaan seperti gaya hidup bebas plastik, hemat energi, serta mengintegrasikan isu lingkungan ke dalam program kreativitas ormawa.
Kak M. Rafi Aditya (Anggota DKD Jawa Tengah)
Memaparkan peran esensial “Pramuka Penegak dan Pandega Sebagai Agent of Sustainability”. Ia menjelaskan bahwa anggota Penegak dan Pandega di usia produktif memiliki daya kritis untuk bertindak sebagai Agen Perubahan, Agen Edukasi, Agen Aksi, dan Agen Kolaborasi dalam mengawal keberlanjutan ekosistem lingkungan dan sosial masyarakat.
“Kerusakan bumi adalah tanggung jawab kita untuk memperbaikinya. Kesadaran lingkungan harus dimulai dari aksi nyata. Baik melalui bakti kepramukaan maupun aksi harian sekecil apapun, bumi akan berterima kasih,” tegas Kak Tri Utdiono yang disambut riuh tepuk tangan peserta.
Melalui seminar yang diinisiasi oleh DKD Jawa Tengah dan Racana UDINUS ini, Gerakan Pramuka diharapkan semakin memperkuat posisinya dalam mencetak generasi pemimpin masa depan (green leaders) yang tanggap lingkungan, adaptif terhadap teknologi ramah lingkungan, dan senantiasa melestarikan ibu pertiwi sesuai dengan nilai Dasa Darma kedua: Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia.
**PUSDATIN
Sumber referensi siaran ini ditarik dari liputan dokumentasi resmi: https://youtu.be/v_weu9ahf6A




