PELATIHAN DASAR SELAM KWARCAB KOTA SEMARANG TAHUN 2026
Guna menningkatkan kapasitas anggota Gerakan Pramuka dalam mendukung kegiatan kemanusiaan dan penanggulangan bencana di wilayah perairan, serta memberikan sertifikasi selam dasar yang dapat digunakan sebagai pengakuan kompetensi secara formal. Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Semarang bekerja sama dengan Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) melaksanakan kegiatan Pelatihan Selam tingkat Dasar tahun 2026.
Pembukaan kegiatan dilaksanakan pada hari Jumat, 17 April 2026 di Kolam renang Kodam IV/Diponegoro Perintis Kemerdekaan Banyumanik Semarang. Dalam kesempatan ini Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Semarang Dr.Bambang Pramusinto, SH, SIP, MSi berkenan membuka kegiatan didampingi Wakil ketua Kwarcab Bidang Pengabdian Masyarakat kak Putut Cahyo Nugroho, S. Sos. M. Ling, Kapusdiklatcab Cakrabaswara Kota Semarang kak Agus Suyono, Ketua POSSI kota Semarang bp Nur Hidayat beserta jajaran, serta undangan dari Dispora Kota Semarang, Mabigus UIN Walisongo, SMA 16 dan Andalan Kwarcab Lainya.
Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan Pelatihan Dasar selam 2026 ini adalah 24 peserta dari seleksi awal sejumlah 52 peserta sejak bulan Januari 2026.
Peserta yang lolos seleksi selanjutnya akan melaksankan kegiata pelatihan Keterampilan Kolam mulai 17-19 April 2026 di Kolam Renang Kodam IV/Diponegoro dan Latihan Perairan Terbuka mulai 24-26 April 2026 di Taman Nasional Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah.
Materi yang diberikan selama pelatihan diantaranya materi Akademis diantaranya Prinsip dasar penyelaman, peralatan selam, fisika & fisiologi selam, prosedur keselamatan, dan perencanaan penyelaman. Dan dilakukan Evaluasi tertulis di akhir sesi teori, selain itu juga manusia Pengenalan olahraga selam dan ruang lingkupnya, Keselamatan dan prosedur standar selam, Pengenalan alat selam.
Adapun materi dalam Latihan Keterampilan kolam (Confined Water Training) diantaranya :
Berenang sejauh 200 meter, Melakukan teknik mengapung di permukaan air (floating) selama 5 menit, Melakukan teknik mengapung di air (water trappen) selama 12 menit, Melakukan teknik dasar pernapasan dan buoyancy atau apnea sejauh 20 meter, Adaptasi dengan peralatan selam (masker, snorkel, fins, BCD, regulator), Teknik pernapasan, mengosongkan masker, mengambil regulator, mengontrol daya apung, dan prosedur darurat dasar.
Selanjutnya saat Latihan Perairan Terbuka (Open Water Dives) peserta akan melakukan Minimal 4 penyelaman di laut serta Mengaplikasikan semua keterampilan yang telah dipelajari di kolam, Penyelaman dengan kedalaman maksimal 18 meter.
Kegiatan ini menerapkan manajemen risiko dengan membentuk tim manajemen
risiko untuk memastikan bahwa seluruh personil dalam kegiatan ini (panitia dan
peserta) berada dalam keadaan selamat dan sehat. Serta memastikan bahwa
kegiatan ini tidak memberikan dampak negatif terhadap lingkungan hidup.
Pewarta : Dhatmono 
