BANYUMAS — Bertempat di Pendopo Si Panji Kabupaten Banyumas pada Selasa (19/05/2026) prosesi pelantikan pengurus Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab), Kwartir Cabang (Kwarcab), dan Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK) Gerakan Pramuka Banyumas masa bakti 2026–2031 berlangsung dengan penuh khidmat dan kemegahan budaya banyumasan.
Upacara sakral kepramukaan yang digelar pada Selasa, 19 Mei 2026 ini dipimpin langsung oleh Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Tengah, Prof. Dr. Ir. S. Budi Prayitno, M.Sc.. Beliau secara resmi melantik Bupati Banyumas, Kak Dr. Rades H. Sadewo Tri Lastiono, M.M., sebagai Ketua Mabicab. Momentum sakral tersebut kemudian dilanjutkan dengan pelantikan Kak Dr. Agus Nurhadi, S.Sos., M.Si., selaku Sekretaris Daerah Kabupaten Banyumas, menjadi Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Banyumas untuk masa bakti lima tahun ke depan.
Pelantikan ini menandai babak baru bagi kepramukaan di Banyumas yang dikenal memiliki akar prestasi sangat kuat di tingkat regional maupun nasional. Hadir sebagai saksi istimewa, Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Muda Kwartir Nasional (Kwarnas), Kak Dr. Sigit Muryono, M.Pd. Kons., serta segenap unsur jajaran Forkopimda dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Banyumas selaku anggota Mabicab.
Dalam sambutan perdananya pasca-prosesi pengucapan Trisatya dan penandatanganan ikrar, Ketua Kwarcab Banyumas, Kak Agus Nurhadi, menegaskan posisi strategis kepramukaan di era modern. Ia menyatakan bahwa tantangan ke depan jauh lebih kompleks seiring dengan transisi menuju era Pemerintahan Digital dan penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Guna menjawab tantangan tersebut, Kak Agus menetapkan tiga pilar utama bagi kepengurusan Kwarcab Banyumas periode 2026–2031, yakni Regenerasi, Inovasi, dan Digitalisasi. Organisasi didorong agar lebih solid, adaptif, serta meninggalkan pola kerja rutinitas formalitas demi beralih ke produktivitas dan kreativitas yang nyata.
Tiga Target Strategis Kwarcab Banyumas 2026–2031:
Regenerasi: Membangun karakter tangguh pada generasi muda sekaligus menyiapkan kader andalan baru yang kompeten di jajaran kwartir hingga gugus depan.
Inovasi: Melahirkan efisiensi kerja organisasi agar layanan kepramukaan menjadi lebih cepat, mudah, kreatif, dan berdampak luas bagi masyarakat.
Digitalisasi: Menyelaraskan administrasi keanggotaan dan dokumentasi kegiatan dengan platform digital nasional, termasuk optimalisasi aplikasi “Ayo Pramuka” yang digagas Kwartir Nasional.
Keaktifan dan kemajuan Gerakan Pramuka di Banyumas memang bukan rahasia lagi. Dalam sambutannya, Bupati Banyumas sekaligus Ketua Mabicab, Kak Sadewo Tri Lastiono, mengungkapkan rasa bangganya atas capaian fantastis Kwarcab Banyumas yang sukses mempertahankan gelar sebagai Kwarcab Tergiat se-Jawa Tengah selama 35 kali berturut-turut.
“Dibutuhkan konsistensi, kekompakan, dan kerja keras yang luar biasa dari seluruh jajaran pembina, pelatih, hingga gugus depan untuk menjaga prestasi ini. Oleh karena itu, ke depan kita akan mengupayakan pengajuan rekor MURI atas capaian prestasi sebagai Kwarcab Tergiat 35 kali berturut-turut,” tegas Kak Sadewo, yang disambut tepuk tangan riuh para hadirin.
Kak Sadewo juga menyinggung keberhasilan pembinaan Pramuka Garuda di Banyumas yang telah menembus angka 41.000 anggota, yang pada tahun-tahun sebelumnya juga sempat dianugerahi rekor MURI sebagai pelantikan Pramuka Garuda terbanyak di Indonesia.
Ketua Kwarda Jawa Tengah, Prof. Budi Prayitno, menyebut Pramuka Banyumas bukan lagi sekadar bagus, melainkan ‘istimewa’. Sebagai putra daerah Banyumas, ia mengapresiasi dukungan penuh dari pemerintah daerah, terutama dalam hal alokasi anggaran serta komitmen pembangunan Sanggar Bakti Pramuka yang megah, yang saat ini menjadi satu-satunya proyek fasilitas kwarcab paling progresif di Jawa Tengah.
Senada dengan hal tersebut, Kak Sigit Muryono mewakili Kwartir Nasional mengimbau agar kekuatan kepengurusan yang mengolaborasikan unsur birokrat profesional dengan jajaran sukarelawan (voluntir) murni ini terus dijaga melalui komunikasi yang harmonis. Kak Sigit juga mendorong penguatan pangkalan Satuan Karya (Saka) mengingat Banyumas memiliki 19 jenis Saka aktif, termasuk beberapa di antaranya menjadi pionir tingkat daerah, seperti Saka Pustaka, Saka Anti Narkoba, dan Saka Tangguh Bencana.
Rangkaian upacara besar ini ditutup dengan penyerahan Kartu Tanda Anggota (KTA) Pramuka secara simbolis oleh Ketua Kwarda Jateng serta sesi pembekalan materi dalam forum diskusi (talkshow) terpadu guna mematangkan arah kebijakan strategis organisasi menuju Indonesia Emas 2045. (Asd.)



