Site icon Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah

Tingkatkan Kompetensi Pembina, Tujuh Utusan Kwarran Purwojati Ikuti Pembukaan Narakarya Kwarcab Banyumas Tahun 2026

Purwokerto, 8 Juni 2026 — Komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan kepramukaan kembali ditunjukkan oleh Kwartir Ranting (Kwarran) Purwojati. Sebanyak tujuh pembina Pramuka utusan Kwarran Purwojati mengikuti Pembukaan Program Pengembangan Pasca Kursus (Narakarya Dasar dan Narakarya Lanjutan) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kwartir Cabang (Kwarcab) Banyumas pada Senin, 8 Juni 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Aula SMP Negeri 3 Purwokerto tersebut dimulai pukul 13.00 WIB dan dibuka secara resmi oleh Ketua Kwarcab Banyumas, Kak Agus Nurhadi. Pembukaan Narakarya menjadi langkah awal bagi para pembina untuk melanjutkan proses pengembangan diri setelah menyelesaikan pendidikan dan pelatihan kepramukaan melalui Kursus Mahir Dasar (KMD) maupun Kursus Mahir Lanjutan (KML).

Pada kegiatan tersebut, Kwarran Purwojati mengirimkan 7 peserta, yang terdiri atas 3 peserta Narakarya Dasar dan 4 peserta Narakarya Lanjutan. Mereka merupakan kader-kader pembina yang telah menunjukkan komitmen dalam mengembangkan kegiatan kepramukaan di gugus depan masing-masing.

Program Narakarya sendiri merupakan bagian penting dalam sistem pembinaan orang dewasa di Gerakan Pramuka. Melalui program ini, para peserta tidak hanya dituntut memahami teori kepramukaan, tetapi juga mengimplementasikan berbagai ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh dalam kegiatan nyata di gugus depan.

Selama kurang lebih enam bulan, terhitung mulai 1 Juni 2026, para peserta akan melaksanakan berbagai tugas pengembangan, penyusunan program kerja, inovasi pembinaan, serta pelaporan kegiatan yang menjadi bagian dari proses penilaian Narakarya.

Selain itu, peserta juga akan mendapatkan pendampingan secara berkala guna memastikan seluruh tahapan dapat dilaksanakan dengan baik dan sesuai dengan tujuan pembinaan Gerakan Pramuka.

Untuk mendukung keberhasilan peserta dari Kwarran Purwojati, proses pendampingan akan dilakukan oleh Pelatih Pendamping Kak Ernawati, yang akan memberikan arahan, motivasi, serta supervisi selama pelaksanaan program berlangsung.

Ketua Kwarran Purwojati, Kak Sodiqun Wahab, S.Pd.SD., menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang telah bersedia melanjutkan proses pengembangan diri melalui Narakarya.

“Narakarya bukan hanya sekadar tahapan administrasi setelah mengikuti KMD atau KML, tetapi merupakan proses pembuktian bahwa seorang pembina mampu menerapkan ilmu yang diperoleh untuk memajukan gugus depan dan membina peserta didik secara nyata. Kami berharap para peserta dari Kwarran Purwojati dapat mengikuti seluruh proses dengan sungguh-sungguh, penuh tanggung jawab, dan menghasilkan karya terbaik yang bermanfaat bagi pangkalannya masing-masing,” ujar Kak Sodiqun Wahab.

Beliau juga berharap melalui program ini akan lahir pembina-pembina yang semakin profesional, kreatif, dan inovatif dalam mengelola kegiatan kepramukaan di wilayah Purwojati.

Sementara itu, pelatih pendamping Kak Ernawati menyampaikan bahwa Narakarya merupakan kesempatan berharga bagi para pembina untuk mengembangkan kemampuan manajerial, kepemimpinan, serta keterampilan dalam menyusun program pembinaan yang berkualitas.

“Keberhasilan Narakarya tidak hanya diukur dari kelulusan peserta, tetapi juga dari dampak yang mampu mereka berikan kepada gugus depan dan peserta didik. Kami berharap seluruh peserta dapat menjalankan setiap tahapan dengan semangat belajar, semangat berinovasi, dan semangat mengabdi untuk kemajuan Gerakan Pramuka,” tuturnya.

Melalui keikutsertaan dalam Program Pengembangan Pasca Kursus ini, Kwarran Purwojati kembali menunjukkan keseriusannya dalam menyiapkan sumber daya pembina yang berkualitas. Dengan pembina yang kompeten, diharapkan proses pembinaan peserta didik dapat berjalan lebih optimal dan mampu melahirkan generasi muda yang berkarakter, mandiri, disiplin, serta siap menghadapi tantangan masa depan.

Program Narakarya menjadi bukti bahwa proses belajar seorang pembina tidak berhenti setelah mengikuti kursus, melainkan terus berlanjut melalui praktik nyata, evaluasi berkelanjutan, dan pengabdian di lingkungan Gerakan Pramuka.

Pewarta : Nandita Widyatmoko

Exit mobile version