Semarang – Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah melaksanakan audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida), Komjen Pol. (Purn.) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., pada Rabu (22/7/2026). Audiensi tersebut menjadi momentum untuk melaporkan kesiapan sekaligus memohon arahan dan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terhadap tujuh agenda strategis Gerakan Pramuka Jawa Tengah Tahun 2026.
Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah, Prof. Dr. Ir. S. Budi Prayitno, M.Sc., menyampaikan bahwa sinergi antara Gerakan Pramuka dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjadi faktor penting dalam menyukseskan berbagai program kepramukaan yang berdampak bagi pembinaan generasi muda dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam audiensi tersebut, Kwarda Jawa Tengah memaparkan tujuh agenda strategis yang akan dilaksanakan sepanjang tahun 2026.
Agenda pertama adalah Penyempurnaan Pengurus Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Jawa Tengah Masa Bakti 2023–2028, menyusul terbitnya Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 065 Tahun 2026. Kwarda Jawa Tengah memohon arahan dan kepastian waktu pelantikan Ketua dan Wakil Ketua Mabida agar dapat segera dikoordinasikan dengan Kwartir Nasional.
Agenda kedua yakni Pelepasan Kontingen Daerah Jawa Tengah menuju Jambore Nasional XII Tahun 2026 yang akan berlangsung pada 13–21 Agustus 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Cibubur, Jakarta. Pada kesempatan tersebut, Jawa Tengah akan mengirimkan 1.375 peserta yang terdiri atas Pramuka Penggalang, Pramuka Berkebutuhan Khusus, pembina pendamping, serta pimpinan kontingen dari 35 Kwartir Cabang se-Jawa Tengah. Kwarda Jawa Tengah juga memohon kesediaan Gubernur Jawa Tengah untuk melepas kontingen secara resmi.
Selanjutnya, Kwarda Jawa Tengah juga menyampaikan rencana pelaksanaan Upacara Renungan dan Ulang Janji Hari Pramuka ke-65 yang dijadwalkan berlangsung pada 13 Agustus 2026 di Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal, Semarang. Tradisi tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada para pahlawan sekaligus penguatan nilai-nilai kepramukaan menjelang Hari Pramuka.
Agenda keempat adalah pelaksanaan Estafet Tunas Kelapa (ETK) Jawa Tengah 2026, kegiatan khas Kwarda Jawa Tengah yang akan dimulai dari 14 titik di seluruh Kwartir Cabang dan berakhir pada Puncak Peringatan Hari Pramuka di Kabupaten Banyumas. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah diharapkan dapat memberikan dukungan, terutama dalam pengamanan dan kelancaran rute estafet.
Pada agenda kelima, Kwarda Jawa Tengah memaparkan kesiapan Puncak Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tingkat Daerah Jawa Tengah yang direncanakan berlangsung pada 10 September 2026 di Kabupaten Banyumas. Kwarda bersama Pemerintah Kabupaten Banyumas telah menyiapkan berbagai aspek pelaksanaan dan menunggu kepastian jadwal kehadiran Gubernur Jawa Tengah sebagai Pembina Upacara.
Agenda strategis berikutnya adalah Perkemahan Wirakarya Daerah (PWD) Jawa Tengah Tahun 2026 yang akan diselenggarakan pada 26 September hingga 1 Oktober 2026 di Pondok Pesantren Darul Amanah, Sukorejo, Kabupaten Kendal. Kegiatan ini akan diikuti ribuan Pramuka Penegak dan Pandega dari 35 Kwartir Cabang dengan fokus pada kegiatan bakti masyarakat melalui pembangunan fisik maupun penyuluhan.
Selain itu, Kwarda Jawa Tengah juga menyampaikan perkembangan usulan dan penyematan Tanda Penghargaan Gerakan Pramuka dalam rangka Hari Pramuka ke-65. Penghargaan tersebut diberikan kepada tokoh masyarakat, pejabat daerah, pembina, dan pengurus yang dinilai berjasa dalam pengembangan Gerakan Pramuka di Jawa Tengah. Kwarda memohon kesediaan Gubernur Jawa Tengah untuk menyematkan penghargaan tersebut secara simbolis pada puncak peringatan Hari Pramuka.
Melalui audiensi ini, Kwarda Jawa Tengah berharap seluruh agenda strategis tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sehingga dapat berjalan dengan lancar, sukses, dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
Ketua Kwarda Jawa Tengah menegaskan bahwa Gerakan Pramuka siap terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membentuk karakter generasi muda, memperkuat semangat kebangsaan, serta menghadirkan aksi nyata melalui berbagai kegiatan pendidikan, pengabdian, dan pemberdayaan masyarakat.
“Kami berharap sinergi yang telah terjalin dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dapat terus diperkuat sehingga seluruh agenda strategis Gerakan Pramuka Tahun 2026 dapat terlaksana dengan baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat serta pembangunan karakter generasi muda di Jawa Tengah,” pungkasnya. (Asd.)

