KLAPASAWIT — Suasana penuh semangat dan keceriaan mewarnai lapangan SD Negeri Klapasawit pada Jumat (21/8/2026). Sebanyak delapan barung Siaga dan empat regu Penggalang mengikuti kegiatan Perkemahan Satu Hari (Persari) dengan mengusung tema “Pramuka Ceria: Cerdas, Berani dan Tidak Putus Asa”. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.30 WIB hingga sore hari tersebut diikuti oleh peserta didik bersama guru dan tenaga kependidikan dengan mengenakan seragam Pramuka lengkap.
Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara pembukaan yang dipimpin oleh Kak Sodiqun Wahab, S.Pd.SD. selaku Mabigus SD Negeri Klapasawit. Dalam amanatnya, Kak Sodiqun menyampaikan bahwa Persari bukan sekadar kegiatan rutin kepramukaan, tetapi menjadi bagian dari proses pembentukan karakter peserta didik melalui pengalaman langsung, kebersamaan, dan berbagai aktivitas yang menyenangkan.
“Melalui Persari ini, kami berharap dapat menumbuhkan karakter anak-anak yang cerdas dalam berpikir dan bertindak, berani menghadapi tantangan, serta tidak mudah putus asa dalam menyelesaikan setiap persoalan. Nilai-nilai inilah yang menjadi ruh dari tema Pramuka Ceria yang kita usung hari ini,” ujar Kak Sodiqun Wahab.
Usai upacara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan senam semaphore massal yang diikuti oleh seluruh peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan. Gerakan bendera semaphore dilakukan secara bersama-sama dengan dipandu dari panggung. Delapan barung dan empat regu tampak mengikuti setiap gerakan dengan kompak sehingga menciptakan suasana yang meriah di tengah lapangan sekolah.
Keceriaan kemudian berlanjut melalui kegiatan dinamika kelompok. Para peserta didik diajak berbaur melalui berbagai permainan ringan yang dirancang untuk membangun komunikasi, kekompakan, dan kebersamaan sebelum mengikuti kegiatan di masing-masing pos dan taman yang telah disiapkan oleh panitia.
Memasuki kegiatan inti, peserta didik dibagi berdasarkan golongan Siaga dan Penggalang. Golongan Siaga yang terdiri atas delapan barung mengikuti enam materi di Taman Siaga, yaitu ketaqwaan, kompas, KIM penglihatan, KIM pendengaran, yel-yel, dan funball. Sementara itu, empat regu Penggalang mengikuti berbagai materi di pos yang meliputi semaphore massal, morse massal, pionering, yel-yel, sandi, dan halang rintang.
Setiap pos dan taman dipandu langsung oleh para pembina Pramuka. Peserta tidak hanya diajak bermain, tetapi juga diberikan pengalaman untuk berpikir, berkomunikasi, mengambil keputusan, bekerja sama, serta menyelesaikan tantangan bersama anggota barung maupun regunya.
Antusiasme peserta semakin terlihat pada kegiatan halang rintang dan funball. Teriakan semangat dan gelak tawa memenuhi area kegiatan ketika peserta berusaha menyelesaikan berbagai tantangan. Sementara itu, kegiatan yel-yel menjadi ruang bagi setiap barung dan regu untuk menunjukkan kreativitas serta kekompakan melalui penampilan yang penuh semangat.
Salah satu pembina Pramuka, Kak Ernawati, S.Pd.SD., menyampaikan bahwa keberhasilan kegiatan tidak terlepas dari persiapan setiap pos serta kekompakan para pembina dalam mendampingi peserta didik. Menurutnya, setiap kegiatan sengaja dirancang agar peserta tidak hanya menerima arahan, tetapi juga belajar menemukan solusi secara mandiri.
“Setiap pos kami rancang agar anak-anak tidak hanya bermain, tapi juga belajar mengambil keputusan sendiri, misalnya saat menentukan strategi di pos halang rintang atau menyusun gerakan yel-yel bersama regunya. Kami sengaja tidak terlalu banyak turun tangan, supaya mereka terbiasa mencari solusi sendiri,” jelas Kak Ernawati.
Melalui berbagai aktivitas tersebut, peserta didik mendapatkan pengalaman belajar yang tidak hanya berkaitan dengan keterampilan kepramukaan, tetapi juga pengembangan karakter. Nilai keberanian, kemandirian, kerja sama, kreativitas, sportivitas, dan sikap pantang menyerah menjadi bagian penting yang ditanamkan sepanjang kegiatan.
Rangkaian Persari kemudian ditutup pada sore hari dengan pengumuman kejuaraan sebagai bentuk apresiasi terhadap antusiasme, kekompakan, dan semangat peserta selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Suasana semakin hangat ketika seluruh peserta mengikuti tukar kado, yang disambut dengan tawa dan kegembiraan hingga kegiatan berakhir.
Pelaksanaan Persari di SD Negeri Klapasawit menjadi salah satu bentuk nyata pembelajaran kepramukaan yang dikemas secara aktif, edukatif, dan menyenangkan. Kegiatan ini sekaligus mempererat hubungan antara peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan dalam suasana kebersamaan.
Melalui tema “Pramuka Ceria: Cerdas, Berani dan Tidak Putus Asa”, SD Negeri Klapasawit berharap nilai-nilai yang diperoleh selama Persari tidak berhenti di lapangan kegiatan, tetapi dapat diterapkan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Dengan semangat tersebut, Pramuka diharapkan mampu menjadi ruang tumbuh bagi generasi yang cerdas dalam berpikir, berani menghadapi tantangan, serta pantang menyerah dalam meraih cita-cita.
Pewarta : Nandita Widyatmoko

