Kwartir Ranting Sumbang adakan edukasi kebencanaan bagi 41 Penegak dari beberapa pangkalan SMK/MA Se-Kwarran Sumbang, guna wujudkan Penegak yang tanggap terhadap situasi kebencanaan. Pendidikan dan pelatihan (Diklat) Pramuka Peduli (Pramuli) Kwarran Sumbang dilaksanakan pada Sabtu dan Minggu tanggal 12-13 November 2022 bertempat di Aula Kecamatan Sumbang dan Kolam Renang Randu Bengkong Desa Sikapat, Sumbang.
Diklat Pramuli dibuka oleh Ka. Tarkam selaku ketua Kwarran Sumbang. Dalam sambutan dan sekaligus sebagai pemateri kebijakan Kwarran Sumbang mengatakan bahwasanya “Peranan pramuka peduli di kwattir Ranting sumbang adalah sebagai tim pelaksana dalam tugas kebencanaan atau sebagai kepanjangan tangan kwartir Ranting dalam tugas penanganan bencana.baik sebelum pada saat maupun setelah.Yang perlu disiapkan dan tertanam dalam hati kita bahwa Pramuli identik dengan relawan bencana yang dalam tugasnya selalu di tempatkan di tempat yang tidak enak dalam kata lain selalu berada pada posisi keadaan susah,sedih bahkan sering dalam keadaan miris,tetapi yang perlu kita ingat setelah tugas kita laksanakan yang kita dapat kepuasaan, kebanggaan kebahagiaan karena kita bisa berbagi dan menolong orang lain.Harapannya Pramuli Sumbang selalu tanggap terhadap kebencanaan” terangnya.
Dilanjutkan materi dari Koramil tentang Kedisiplinan yang dibawakan oleh Ka. Hesti Setiwan menerangkan bahwa “Kedisiplinan merupakan kunci sukses di berbagai bidang, maka dari itu tanamkan sejak dini kedisiplinan tersebut dimulai disiplin diri” Pungkasnya.
Materi yang dibawakan oleh Ka. Rasno dari anggota Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa(Dinsospermades) Kabupaten Banyumas tentang aksi tanggap bencana, Ka. Ery Kusnanto tentang Pramuka Peduli, Ka. Rr. Retno Diyah Suprobowati dan Rino Junianto sebagai pemateri P3K tentang Triage.Kegiatan pada hari pertama ditutup dengan apel penutupan. Keesokan paginya peserta datang langsung apel pagi yang dipimpin Ka. Ery Kusnanto dilanjutkan ke kolam renang randu bengkong untuk materi SAR Air dari Ka. H. Adi Chandra dan Tofik mengatakan bahwa “Berhati-hatilah dalam menolong korban banjir jangan menolong orang tenggelam kalau tidak bisa berenang, jangan jadi korban dari relawan pramuka peduli yang akan menolong orang lain” Terangnya. Setelah materi SAR Air dilanjutkan materi simulasi kebencanaan, dan diakhiri pelantikan sebagai Satuan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (SRC-PB) Kwarran Sumbang.
