BREBES. – Setiap Pramuka adalah Pewarta. Mengusung thema tersebut, pada hari Kamis (28/11/2024) Gudep pangkalan SMP Negeri 1 Bulakamba Brebes mengadakan kegiatan belajar bersama menulis artikel dan berita dengan Essamba News Club (ENC). Kelompok ini beranggotakan para siswa/siswi, guru maupun praktisi penulisan artikel dan berita dan juga bagian dari kegiatan ekstrakurikuler Buletin Digital dan Majalah Dinding (Mading) SMP Negeri 1 Bulakamba.
Bertempat di Sanggar Gudep, kegiatan belajar bersama diikuti oleh 40 anggota pramuka Penggalang, paskibra, dan adik-adik peminat belajar menulis, didampingi oleh pengampu kegiatan ENC.
Berkesempatan membuka acara, Kak Sugeng Santoso S.Pd MM yang merupakan Koordinator Pembina Mading Sekolah memberikan sambutan dan pesan kepada adik-adik agar aktif menggali informasi untuk belajar bersama membuat tulisan yang baik, dengan memahami proses secara dasar dalam pembuatan artikel ataupun berita. Tentunya tulisan yang dibuat dalam proses belajar ini berkaitan dengan aktifitas dan kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan SMP Negeri 1 Bulakamba.
“ Jangan ragu, segala yang belum adik-adik pahami, bisa ditanyakan kepada narasumber. Pahami prosesnya agar adik-adik dapat membuat berita maupun artikel dan tulisan lain dengan baik dan benar,” pesan Kak Sugeng. untuk pembina ENC ditambahi bu
Disela kegiatan, Pembina ENC Kak Isti Affah SKomI didampingi Kak Dyah Retno Pangastuti SPd, Kak Erlin Mulyawati MPd dan Kak Dani Setiawan MPd, menyampaikan juga bahwa kegiatan ini merupakan langkah kaderisasi siswa-siswi kelas VII, VIII dan IX untuk belajar menulis dan membuat berita. Harapannya, bakat dan minat menulis dari adik-adik ini dapat disalurkan melalui Buletin Digital dan Majalah Dinding yang dibuat di lingkungan sekolah. Oleh karenanya acara kegiatan ini akan terus berkelanjutan dan akan menjadi sumber ide, kreatifitas, karya dalam penerbitan buletin dan majalah dinding yang ada di sekolah.
Berkesempatan hadir dalam acara tersebut adalah Kak Saptapandu Wiwied yang merupakan pegiat dan pewarta kepramukaan dari Kwarcab Brebes. Kak Wiwied kemudian memberikan tips dan trik dalam menulis artikel ataupun pembuatan berita. Beberapa hal dalam proses penuangan ide atau gagasan penulisan pun kemudian disampaikan, termasuk berbagai model bentuk dan jenis artikel sebagai bahan pengayaan wawasan bagi adik-adik peserta.
Dalam pemaparannya, agar lebih mudah dalam menulis artikel, adik-adik diajak untuk belajar sambil melakukan tujuh tahapan yang meliputi penentuan topik artikel, tujuan, melakukan riset, membuat kerangka artikel, mulai menulis, mengedit dan mengevaluasi, serta yang terakhir mempublikasikan artikel.
Dalam tahapan pertama, menentukan topik artikel adalah untuk memastikan relevansi, daya tarik dan muatan informasi yang dapat diperoleh untuk pembaca. Tahapan berikutnya adalah tujuan artikel tersebut ditulis, apakah difungsikan untuk membujuk pembaca, memberikan informasi ataupun menghibur pembaca. Yang ketiga adalah melakukan riset dengan pengayaan sumber dari berbagai buku, artikel, jurnal ataupun pengalaman pribadi penulis. Pada tahap ini penulis dapat mencatat poin-poin yang penting. Keempat adalah membuat kerangka artikel, dimana di tahap ini dapat ditulis judul yang menarik, pembuka yang membuat latar belakang dan alasan pemilihan topik, isi berupa paragraf utama yang berisi poin utama dan penutup yang memuat ringkasan, kesimpulan atau ajakan. Kelima adalah mulai untuk menulis, dimana proses ini harus menggunakan bahasa yang mudah dipahami, dengan kalimat dan paragraf yang singkat, dengan menghindari pengulangan penulisan pada suatu kata atau kalimat. Keenam adalah mengedit dan merevisi dengan memperhatikan ejaan, tata bahasa dan tanda baca, apakah informasi sudah jelas disampaikan. Bila perlu dalam tahap ini untuk tidak ragu meminta pendapat orang lain. Tahap akhir dari penulisan artikel adalah dengan mempublikasikan karya tulisan tersebut. Publikasi dapat melalui platform yang sesuai, misal blog pribadi, media sosial ataupun media cetak.
Dijelaskan pula, dalam penulisan berita, hal utamanya harus memuat unsur 5W+1H yang merupakan bagian berita yang menjelaskan tentang apa (What), siapa (Who), kapan (When), dimana (Where), mengapa (Why) dan bagaimana (How) dalam sebuah isi berita. Susunan unsur berita tersebut tidak harus baku berurutan, namun dapat diposisikan dengan sebaik-baiknya berdasar thema atau gaya yang biasa diterapkan penulis.
Tips bagi adik-adik sebagai pemula dalam menulis artikel ataupun berita, Kak Wiwied juga menyampaikan tiga hal yang disingkat dengan ATM. Singkatan tersebut diuraikan, yaitu ‘A’ adalah Amati. Adik-adik diharapkan bisa mengamati struktur dan bagian-bagian dari sebuah artikel atau berita yang ada. Kemudian ‘T’ merupakan kepanjangan Tiru, yaitu adik-adik bisa meniru gaya penulisan dari para penulis lain sebagai bagian dari latihan menulis. Dan ‘M’ singkatan dari Modifikasi, maksudnya adalah dalam berlatih menulis kita bisa merubah susunan kata atau kalimat yang ada. Salah satu caranya dengan memparafrasekan suatu kalimat dan tetap bisa mencantumkan sumber sebagai bagian dari keaktualan suatu kalimat atau frase yang disampaikan oleh penulis lain.
Pada sesi akhir belajar bersama tersebut, Kak Wiwied menyampaikan tips tambahan untuk adik-adik sebagai penulis pemula, untuk berlatih secara konsisten, karena semakin sering berlatih menulis maka kualitas hasilnya tentu akan semakin baik. Banyak ide yang bisa diambil dari kegiatan keseharian di lingkungan sekitar. Lebih lanjut diuraikan, untuk memperkaya inspirasi dan gaya penulisan, adik-adik diajak untuk banyak mengamati sekeliling dan lebnih banyak lagi membaca artikel karya orang lain. Dan yang terakhir, adik-adik disarankan untuk banyak mencoba dengan gaya penulisan yang lain.
“Menulis, merupakan aktivitas yang mencerdaskan dan menyehatkan. Terlebih, menulis juga merupakan bagian dari kreativitas untuk menghasilkan suatu karya. Maka keterampilan menulis juga penting bagi siapa pun, termasuk Pramuka. Maka, janganlah takut untuk bereksperimen, dengan kita banyak mencoba berbagai gaya penulisan maka kelak akan didapatkan gaya yang paling cocok buat adik-adik,” pungkasnya.
Turut mendukung dalam kegiatan ini, Kakak Ali Murtopo SPd MM selaku Ketua Majelis Pembimbing Gudep (Ka.Mabigus) yang juga merupakan Kepala SMP Negeri 1 Bulakamba. Dalam kesempatan ini, Kak Ali Murtopo menyampaikan harapan besarnya agar dalam pelatihan ini, adik-adik dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan utamanya dalam menuangkan ide-ide cemerlang melalui suatu tulisan. Beliau menambahkan, “Dengan membaca kita mengenal dunia, dengan menulis kita dikenal dunia.”
Mendampingi Ka.Mabigus, Pembina Pramuka putera Kak Imam Susanto atau biasa dipanggil KIM dan Pembina puteri Kak Salami SPd menegaskan bahwa dalam Fundamental Gerakan Pramuka, handycraft merupakan salah satu indikator ketercapaian tujuan, disamping butir yang lain yaitu happy, healthy dan helpful. Dalam pelatihan dan belajar bersama menulis ini merupakan salah satu upaya mewujudkan butir handycraft yang merupakan kemampuan untuk menghasilkan karya yang kreatif dan inovatif.
Demikian pula kegiatan ini juga merupakan upaya untuk memotivasi adik-adik dalam mewujudkan suatu karya berupa tulisan yang dimuat dalam buletin digital dan majalah dinding sekolah. Harapannya, tulisan-tulisan dari adik-adik kelak juga layak dapat diterbitkan dalam sebuah buku. Seperti halnya KIM sendiri merupakan salah satu pembina yang sarat prestasi dan telah cukup berpengalaman menulis buku tentang kepramukaan. Beberapa buku yang sudah terbit diantaranya berjudul ‘Kelana Rimba’ (Antologi), ‘Kepak Sayap Sang Garuda’ (Antologi), dan ‘Pramuka Sang Pengembara’ (Antologi).
Acara kemudian ditutup Kak Affah, dengan komitmen penutup agar adik-adik peserta tetap semangat belajar, banyak mencoba dan banyak membaca artikel atau berita.
“Kakak tunggu karya tulisan dari adik-adik, agar buletin dan majalah dinding sekolah kita tetap eksis dan dapat bermanfaat bagi seluruh anggota keluarga besar SMP Negeri 1 Bulakamba,” tutupnya.
Pewarta : Saptapandu Wiwied – Humas Kwarcab Brebes