SEMARANG – Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Tengah menegaskan komitmennya dalam mendukung terciptanya pemilihan umum yang berkualitas melalui partisipasi aktif generasi muda. Hal ini ditekankan oleh Ketua Kwarda Jateng dalam sambutannya pada acara Kursus Orientasi Singkat (KOS) Majelis Pembimbing Saka (Mabisaka) dan Pimpinan Saka Adyasta Pemilu Provinsi Jawa Tengah.
Acara strategis ini turut dihadiri oleh Ketua Bawaslu Jawa Tengah yang juga menjabat sebagai Ketua Mabisaka Adyasta Pemilu Jateng, Muhammad Amin, S.P., M.H., serta Ketua Pimpinan Saka Adyasta Pemilu Jateng, Yesi Yunius, S.E., beserta seluruh jajaran kepengurusan tingkat daerah, serta seluruh Pinsaka Cabang Adyasta Pemilu seluruh Jawa Tengah via Zoom.
Dalam arahannya, Ketua Kwarda Jateng memaparkan bahwa Saka Adyasta Pemilu merupakan wadah penting untuk memberikan pengkayaan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran kepada peserta didik usia Penegak dan Pandega (16-25 tahun) di bidang kepemiluan.
“Saka Adyasta Pemilu kami harapkan dapat mewarnai jiwa peserta didik untuk menyukseskan pemilu. Selain memiliki pengetahuan dan kesadaran, yang terpenting adalah partisipasi aktif mereka untuk melakukan pencegahan, pengawasan, hingga pelaporan jika terjadi pelanggaran di dalam pemilu,” tegas Ketua Kwarda Jateng.
Pendidikan Karakter sebagai Fondasi Utama
Gerakan Pramuka sebagai organisasi pendidikan non-formal terus berpegang pada tiga kata kunci utama: pembentukan karakter yang baik, rasa cinta tanah air, dan kecakapan hidup (life skills). Kwarda Jateng mengingatkan bahwa kecerdasan dan keterampilan tanpa dilandasi karakter yang kuat justru akan memberikan dampak buruk yang jauh lebih besar.
Pembelajaran dalam Saka Adyasta Pemilu ditekankan untuk tidak hanya menggunakan metode ceramah klasikal, melainkan learning by doing (belajar sambil melakukan). Melalui studi kasus dan simulasi peran terkait pemilu yang dikemas secara aman, sehat, menantang, dan menyenangkan, para anggota muda dapat belajar secara mendalam tanpa merasa digurui (unconscious learning).
Tantangan Generasi Digital dan Harmonisasi Pembinaan
Lebih lanjut, Kwarda Jateng juga menyoroti tantangan dalam membina generasi saat ini (Gen Z dan Gen Y akhir) yang memiliki digital mindset dengan kecenderungan instant learning dan fast action. Generasi muda dinilai sangat cepat dalam mengakses dan merespons informasi.
Oleh karena itu, instruktur dan pimpinan Saka dituntut untuk adaptif. “Pembina harus menyesuaikan diri dan menyediakan ruang diskusi yang relevan. Karena informasi kepemiluan itu sangat dinamis dan potensi konflik isunya kuat, pendekatan yang dilakukan tidak bisa lagi sekadar bercerita tentang pengalaman masa lalu, melainkan harus bisa merespons kecepatan informasi yang ada saat ini,” tambahnya.
Kolaborasi pada Perkemahan Wirakarya 2026
Sebagai langkah konkret, Kwarda Jateng telah mengagendakan kolaborasi intensif dengan Saka Adyasta Pemilu dalam berbagai kegiatan daerah. Salah satu agenda besar terdekat adalah Perkemahan Wirakarya Penegak dan Pandega Jawa Tengah yang akan diselenggarakan di wilayah Sukorejo, Semarang, pada bulan September 2026.
Ajang tersebut diharapkan menjadi momentum strategis bagi Saka Adyasta Pemilu untuk bersosialisasi dan memperkuat kapasitas kepemiluan para anggota Pramuka dari berbagai wilayah. Melalui koordinasi yang solid antara Saka dan Kwartir, diharapkan lahir generasi muda berkarakter Pancasila yang siap mengawal proses demokrasi demi Indonesia yang lebih baik.



