Kontingen Daerah (Konda) Jawa Tengah di Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 tak hanya menampilkan semangat kepramukaan. Di tengah aktivitas perkemahan, Konda Jateng menghadirkan inovasi kreatif ketahanan pangan dan pemanfaatan energi terbarukan.
Inovasi tersebut menjadi perhatian Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah, Kakak Prof. Dr. Ir. Slamet Budi Prayitno, M.Sc., saat melakukan kunjungan ke tapak kemah Konda Jateng pada Sabtu (15/8/2026).
Dalam kunjungan itu, Kak Budi menyoroti pentingnya membangun kesadaran mengenai ketahanan pangan sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi sederhana yang ramah lingkungan di lingkungan perkemahan.
Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah pemanfaatan biogas sebagai sumber energi. Gas yang dihasilkan kemudian dimanfaatkan untuk menghasilkan panas dan mendukung kebutuhan penerangan di area perkemahan.
Selain biogas, Konda Jateng juga memanfaatkan panel surya sebagai sumber energi alternatif dengan mengandalkan energi matahari. Pemanfaatan kedua teknologi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan kepramukaan dapat menjadi ruang pembelajaran sekaligus laboratorium sederhana untuk mengenalkan energi bersih kepada generasi muda.
Pemanfaatan biogas dan panel surya di tapak kemah menjadi bagian dari upaya menghadirkan konsep perkemahan yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Biogas menawarkan pemanfaatan sumber energi yang berasal dari bahan organik, sementara panel surya mengubah energi matahari menjadi energi listrik yang dapat digunakan untuk menunjang kebutuhan di perkemahan.
Menurut Kak Budi, inovasi semacam ini penting untuk terus dikembangkan dan tidak berhenti sebagai praktik di satu kegiatan saja. Ia berharap pengalaman yang diperoleh di Jamnas dapat diterapkan lebih luas oleh kwartir cabang di Jawa Tengah.
> “Energi terbarukan ini menjadi alternatif sumber listrik di perkemahan. Saya berharap masing-masing Kwarcab bisa menerapkannya,” ujar Kak Budi.
Kunjungan tersebut sekaligus memperkuat pesan bahwa ketahanan pangan dan energi merupakan dua hal yang saling berkaitan.
Ketahanan pangan tidak hanya berbicara mengenai ketersediaan makanan, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu mengelola sumber daya secara mandiri dan berkelanjutan. Dalam konteks kepramukaan, nilai tersebut dapat dikenalkan melalui kegiatan praktik, inovasi, dan pemanfaatan teknologi tepat guna.
Konda Jateng mencoba menerjemahkan gagasan tersebut dalam suasana perkemahan. Peserta tidak hanya diajak hidup mandiri di alam terbuka, tetapi juga diperkenalkan pada cara memanfaatkan sumber daya yang tersedia menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna.
Kehadiran biogas dan panel surya di tapak kemah pun menjadi gambaran bahwa perkemahan masa kini dapat berjalan beriringan dengan semangat inovasi dan kepedulian terhadap lingkungan.
Dari tapak kemah Jamnas XII 2026, Konda Jawa Tengah membawa satu pesan penting: ketahanan pangan dan energi bukan sekadar isu masa depan, melainkan dapat mulai dikenalkan dan dipraktikkan sejak dari lingkungan perkemahan.


