Juri Estafet Tunas Kelapa Soroti Nilai Kehumasan dan Pembelajaran Kepramukaan
BANYUMAS 4 SEPTEMBER 2026 — Kegiatan Estafet Tunas Kelapa tidak hanya menjadi momentum untuk melanjutkan semangat dan tradisi Gerakan Pramuka, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi para peserta dalam mengembangkan berbagai keterampilan, termasuk di bidang kehumasan, komunikasi, kepemimpinan, dan kerja sama.
Hal tersebut disampaikan **Kak Tofik**, selaku juri dari Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah dalam kegiatan Estafet Tunas Kelapa. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki banyak aspek pembelajaran yang dapat diterapkan oleh anggota Pramuka, baik dalam kegiatan kepramukaan maupun dalam kehidupan sehari-hari.
“Dari kegiatan Estafet Tunas Kelapa ini banyak hal yang bisa kita ambil. Bukan hanya tentang perjalanan atau serah terima Tunas Kelapa, tetapi juga bagaimana kita berkomunikasi, membangun koordinasi, bekerja sama, dan menyampaikan informasi kepada masyarakat,” ujar Kak Tofik.
Ia menjelaskan, aspek kehumasan menjadi salah satu hal penting yang dapat dipelajari melalui kegiatan tersebut. Setiap anggota yang terlibat dituntut mampu menyampaikan informasi mengenai kegiatan dengan baik, membangun komunikasi dengan berbagai pihak, serta menjaga citra positif Gerakan Pramuka di tengah masyarakat.
Menurutnya, kemampuan kehumasan saat ini semakin penting seiring dengan perkembangan teknologi dan media sosial. Anggota Pramuka tidak hanya dituntut aktif dalam kegiatan lapangan, tetapi juga mampu mendokumentasikan dan mempublikasikan kegiatan secara positif, informatif, dan bertanggung jawab.
“Pramuka sekarang juga harus bisa mengikuti perkembangan zaman. Kemampuan membuat informasi, dokumentasi, publikasi, dan bagaimana berkomunikasi dengan masyarakat itu menjadi bagian penting yang perlu dipelajari,” tambahnya.
Selain kehumasan, Estafet Tunas Kelapa juga dinilai mampu menumbuhkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kekompakan, serta kepemimpinan. Peserta belajar bagaimana menjalankan tugas secara bersama-sama dan memastikan proses estafet dapat berlangsung dengan baik dari satu titik ke titik berikutnya.
Kak Tofik berharap pengalaman yang diperoleh selama kegiatan Estafet Tunas Kelapa tidak berhenti ketika kegiatan selesai. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat terus diterapkan dalam aktivitas kepramukaan maupun kehidupan bermasyarakat.
“Yang paling penting adalah bagaimana pengalaman dari kegiatan ini bisa menjadi bekal. Pramuka bukan hanya tentang kegiatan, tetapi juga tentang proses belajar, membangun karakter, komunikasi, kepemimpinan, dan bagaimana kita memberikan manfaat bagi lingkungan,” pungkasnya.
Melalui kegiatan Estafet Tunas Kelapa, semangat kepramukaan diharapkan terus tumbuh dan menjadi sarana bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi diri sekaligus memperkuat peran Pramuka di tengah masyarakat.
Pewarta : Damar Ghendis Hananta Yudha 
