WONOGIRI – Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Tengah, Prof. Dr. Ir. S. Budi Prayitno, M.Sc., melantik Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) serta Pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) dan Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK) Gerakan Pramuka Wonogiri Masa Bakti 2026–2031 di Pendopo Kabupaten Wonogiri, Jumat (23/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Kak Budi Prayitno menyampaikan ucapan selamat kepada Bupati Wonogiri, Kak Setyo Sukarno, yang dikukuhkan sebagai Ketua Mabicab, serta Kak Gino, S.Pd., S.IP., M.Pd., yang dilantik sebagai Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Wonogiri Masa Bakti 2026–2031 beserta jajaran pengurus yang baru.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kak Ir. Suprapto, M.M., selaku Ketua Kwarcab Wonogiri masa bakti sebelumnya, beserta jajaran pengurus atas dedikasi dan kontribusinya dalam memajukan Gerakan Pramuka di Kabupaten Wonogiri.
Dalam sambutannya, Kak Budi menekankan pentingnya kepemimpinan yang adaptif dan inovatif untuk menjawab tantangan pembinaan generasi muda, khususnya Generasi Z dan Generasi Alpha. Menurutnya, karakter masyarakat Wonogiri yang dikenal tangguh, pekerja keras, ulet, dan menjunjung tinggi gotong royong dapat menjadi landasan dalam menjalankan pengabdian melalui Gerakan Pramuka.
Ia berharap Gerakan Pramuka Wonogiri mampu mengambil peran strategis dalam mendukung visi Pemerintah Kabupaten Wonogiri, yakni “Mewujudkan Wonogiri yang Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan melalui Semangat Gotong Royong.”
“Gerakan Pramuka harus hadir secara konkret untuk mendukung visi tersebut dengan mencetak generasi muda Wonogiri yang berkarakter kuat, mandiri, peduli lingkungan, dan siap bergotong royong membangun daerah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kak Budi menyampaikan lima poin strategis yang perlu menjadi perhatian pengurus baru, meliputi penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan kwartir, percepatan digitalisasi keanggotaan, revitalisasi Gugusdepan, penguatan peran Pramuka Peduli, serta pengawasan keuangan organisasi yang transparan dan akuntabel.
Pada aspek digitalisasi, ia mendorong Kwarcab Wonogiri untuk mengoptimalkan pemanfaatan aplikasi Ayo Pramuka yang terintegrasi dengan sistem Kartu Tanda Anggota (KTA) Gerakan Pramuka Kwartir Nasional. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung tersedianya data keanggotaan yang akurat, transparan, dan dapat dimanfaatkan untuk pengembangan organisasi.
Sementara itu, revitalisasi Gugusdepan perlu dilakukan melalui kegiatan kepramukaan yang menantang, inovatif, dan berbasis teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai Satya dan Darma Pramuka. Dengan demikian, kegiatan Pramuka diharapkan semakin menarik bagi generasi muda dan mampu menjawab kebutuhan pembinaan karakter pada masa kini.
Kak Budi juga menegaskan bahwa Pramuka harus hadir di tengah masyarakat melalui aksi sosial, penanggulangan bencana, dan kepedulian terhadap lingkungan. Di sisi lain, LPK Kwarcab Wonogiri diharapkan menjalankan fungsi pengawasan tata kelola keuangan secara profesional, transparan, dan akuntabel.
Menutup sambutannya, Ketua Kwarda Jawa Tengah mengajak seluruh jajaran pengurus Mabicab, Kwarcab, dan organisasi pendukung untuk memperkuat kolaborasi serta menyatukan langkah dalam memajukan Gerakan Pramuka Wonogiri.
“Bersama kita Ngopeni dan Nglakoni Jateng demi kemajuan Gerakan Pramuka Kabupaten Wonogiri,” pesannya.
Melalui kepengurusan masa bakti 2026–2031, Gerakan Pramuka Wonogiri diharapkan semakin solid, adaptif, dan mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi pembinaan generasi muda serta pembangunan daerah. (Asd.)
