Tanggal 1 Oktober 2020, merupakan hari peringatan kesaktian Pancasila. Derap langkah dan semangat wargapun ikut mewarnai peringatan ini dengan mengibarkan bendera di setiap rumah dan lembaga kenegaraan. Semangat kesaktian Pancasila itupun juga merambat cepat dan membakar jiwa darma peserta Kwartir Cabang Kota Magelang dalam giat bagi masker.
Mengawali rencana 29 September 2020, kakak andalan dan adik – adik Dewan Kerja Kwartir Cabang Kota Magelang, memantapkan diri untuk saling bertemu di Kantor Kwarcab Kota Magelang, Jl. Jeruk Tim. III No.3, Kel. Kramat Selatan. Dalam rangka menyatukan langkah dan pikiran dalam teknis pelaksanaan bagi masker.
Imbuh Kak Narto, selalu Sekretaris dua Kwarcab Kota Magelang, Kegiatan bagi masker dilaksanakan pada 5 titik, yang meliputi : Pasar Kebonpolo, Ngasem, Cacaban, Kantor BTPN, dan Kantor Pos Kota Magelang. Pembagian tugas akan dibagi menjadi dua tim, yang masing – masing akan berjalan sesuai tugas penempatan yang telah ditentukan. Tim satu beroperasi pada wilayah kantor BTPN dilanjutkan ke Pasar Ngasem. Tim dua beroperasi pada wilayah Kantor Pos dan dilanjutkan ke Pasar Ngasem. Diakhiri dengan kedua tim berkumpul di Pasar Kebonpolo Kota Magelang.
” Perlu adanya kewaspadaan terhadap pelanggaran Protokol kesehatan, maka dari itu tim pelaksana bagi masker perlu menjaga diri dan memberikan edukasi masyarakat. Kala ada gerombolan, sampaikan agar jaga jarak. Segala pelanggaran Protokol kesehatan, kita perlu peduli untuk mengingatkan dimanapun berada”, ujar kak Hamzah selalu Ketua Kwartir Cabang Kota Magelang dalam koordinasi singkat mengawali langkah pembagian tugas.
Dalam proses pembagian, kak Nurwiyono menyampaikan perlu kategori masyarakat yang berhak menerima. dalam keterangan didapati , masyakarat tanpa masker, masker tidak standar, masker yang berubah warna , Masker Scuba, atau masker yang berubah bentuk, wajib baginya untuk diberi masker.
08.41 WIB, peserta kwarcab kota Magelang memulai langkah. Deru sepeda motor mulai terdengar, menandakan tugas mulia dimulai. Tim yang telah ditentukan menuju titik yang telah ditentukan. ” Dalam Surat Edaran, batas operasional terbatas pada pukul 08.00 s.d. 11.00 WIB, maka mari bergegas”, sahut kak Nur Wiyono selaku Sekretaris satu Kwarcab Kota Magelang dalam proses pembagian.
Melihat realita lapangan, banyak masyarakat yang belum mengenakan masker sesuai standar kesehatan. Hal ini di tandai dengan jenis masker sekali pakai yang sudah mulai berubah warna, ada pula masyarakat yang telah membawa masker namun enggan mengenakannya, terlebih mengenakan masker, namun belum digunakan sebagaimana mestinya.

Tak henti – hentinya kak Nurwiyono dan Kak Narto, dengan Megaphone yang dibawanya tak henti bersuara untuk mengedukasi masyarakat atas Pentingnya mengenakan masker dengan benar
” bapak – bapak, ibu – Ibu, mari kita laksanakan protokol kesehatan. Jaga lupa jarak nggeh, jangan gerombol, pakai masker nya yang benar, dan cuci tangan sebelum dan sesudah masuk pasar atau beraktifitas”, teriak kak Nurwiyono melalui megaphone yang beliau kenakan

Bukanlah hal mudah mengedukasi masyarakat, namun tak selamanya begitu, banyak cerita lucu di tengah pembagian masker. ” Banyak hal yang kami dapati di lapangan, dari pengalaman buruk hingga lucu”, ucap kak Atik selaku Humas Kwarcab Kota Magelang. Beliau menuturkan ada seorang ibu penjual sayuran yang sahut meminta masker, namun masker tersebut tidak lantas dipakai. Petugas kwartir cabang sigap mengingatkan, berakhirlah ibu tersebut mengenakan nya. Karena dirasa telah di pakai, Eptugas melanjutkan langkah. Alih – alih memastikan beliau mengenakan dengan baik, petugas melangkah 5 langkah dari lapak ibu tersebut hingga tak terlihat, sesampainya di langkah ke lima, petugas melangkah mundur dengan jumlah langkah yang sama. Tak disangka didapati ibu tersebut tidak mengenakan lagi, masker yang diberi. Karena merasa kaget ibu tersebut mengenakan nya kembali sambil tertawa. Sontak tawa mewarnai pedagang di sekeliling nya.

“Berakhirlah sudah giat bagi masker. Kwartir cabang Kota Magelang, dapat terlaksana dengan baik tanpa kurang suatu apapun. 1450 telah kami berikan kepada masyarakat dan mengedukasi nya.”, Pungkah kak Atik selaku Humas Kwarcab Kota Magelang.











