WONOSOBO – Gladian pimpinan regu (Dianpinru) merupakan
kegiatan yang diadakan untuk melatih dan belajar bagi pramuka penggalang
terutama pimpinan regu, kegiatan yang diadakan pada tanggal 5 – 7 November 2021
dilaksanakan di kompleks Donbosco Wonosobo dengan peserta 120 penggalang
tingkat SMP se-kwarcab Wonosobo.

Kegiatan Dianpinru ini dibuka oleh kak Dra. Sri
Widiyastuti, MM, wakil Ketua Kwarcab Wonosobo bidang humas dan abdimas, dalam
amanatnya kak Sri Widiyastuti mengatakan “ Dianpinru ini menjadi salah satu
sarana untuk belajar adik-adik penggalang.
“Selama masa pandemi, Kwarcab Wonosobo tidak ada
kegiatan yang sifatnya tatap muka. Baru pada kegiatan Dianpinru kali ini kita
bias bertemu dan bertatap muka. Adik – adik harus semangat dalam melaksanakan
kegiatan dianpinru ini,” ungkap kak Wid.
Lanjutnya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan
dalam kegiatan ini. Pertama, adik – adik merupakan peserta pilihan, penggalang
pilihan dari semua penggalang yang ada di kwarcab Wonosobo dan tidak setiap
saat kegiatan seperti ini dilaksanakan, maka dari itu manfaatkan dengan
maksimal, semangat dalam mengikuti kegiatan, ikuti dengan baik semua kegiatan.

Kedua, peserta Dianpinru diharapkan mampu menjadi pelopor duta perubahan perilaku di lingkungan
masing -masing, selalau menerapkan protokol kesehatan dimanapun dan kapanpun.
“Selamat mengikuti Dianpinru kali ini, jadikan
kegiatan ini menjadi penyemangat dalam belajar. Maksimalkan kegiatan ini karena
tahun depan tahun 2022 banyak kegiatan penggalang yang akan diselenggarakan di
Kwarcab Wonosobo, “ pungkas kak Wid.
Sementara itu pimpinan kursus Dianpinru, Kak
Ki Bagus Tondo K, S.Pd memberikan
laporan bahwa kegiatan Dianpinru ini diikuti oleh perwakilan penggalang SMP
se-kwarcab Wonosobo dengan total jumlah 120 orang peserta.
“ Kegiatan ini dilaksanakan dua gelombang, gelombang
pertama tanggal 5 – 7 November 2021 dan gelombang kedua tanggal 13 – 15
November 2021, dengan jumlah peserta setiap gelombang adalah 60 penggalang
putra dan putri,” ungkapnya.

Kak Bagus menjelaskan, masing – masing kwarran
mengirimkan 4 penggalang putra dan 4 penggalag putri, dalam kegiatan ini
menggunakan sistem segmental dengan pola 48 jam pembelajaran, meliputi kegiatan
praktik dan teori di lapangan maupun di dalam ruangan. Pada kegiatan dianpinru
ini, penggalang putra dan putri tingkat smp dalam menggunakan satuan terpisah,
dengan pelatih masing – masing satuan terpisah juga.

“Pelatih kegiatan ini terdiri dari pelatih Kwarda Jawa
Tengah dan tim pelatih Kwarcab Wonosobo yang telah mengikuti TOT di Kwarda Jawa
Tengah,” pungkasnya.
