BREBES. – Hujan yang berlangsung sejak Sabtu (18/01/2025) di wilayah selatan kabupaten Brebes membuat debit beberapa sungai naik. Termasuk diantaranya adalah sunga Pemali yang melintasi kota Brebes. Sungai Pemali merupakan sungai yang terpanjang di kabupaten Brebes (125,5 kilometer) berhulu di daerah pegunungan wilayah selatan kabupaten, bermuara di pantai utara masih di wilayah kabupaten Brebes.
Berawal dari hujan dengan intensitas yang tinggi dan cukup merata tersebut mengakibatkan beberapa wilayah di selatan debit air sungainya naik dan limpas membanjiri beberapa wilayah. Banjir meliputi wilayah Salem, Bantarkawung, Tonjong, Larangan, Jatibarang, Songgom, Wanasari hingga Brebes. Banjir menggenangi 5.011 unit rumah dengan ketinggian bervariasi dari 20 cm hingga 80 cm.
Selain banjir, derasnya air sungai juga mengakibatkan rusaknya fasilitas yaitu putusnya jembatan di Desa Karangjongkeng, Kecamatan Tonjong. Banjir merusak lahan pertanian yang diperkirakan mencapai 95 hektare.
Banjir diawali di daerah selatan meliputi desa Pengarasan dan desa Bantarwaru wilayah kecamatan Bantarkawung. Berlahan kemudian desa Pengarasan, Kebandungan, Wlahar wilayah kecamatan Larangan. Di kecamatan Salem terjadi longsor yang menutup akses jalan umum serta merusak lahan pertanian.
Minggu (19/1/2025) air sungai juga mulai melimpas di sebagian daerah kecamatan Jatibarang dan kecamatan Songgom. Beberapa desa seperti Jatibarang Kidul, dan desa-desa yang masuk wilayah kabupaten Tegal juga sudah terdampak dari meluapnya sungai Pemali.
Banjir yang diserta dengan hujan sepanjang hari di wilayah selatan menyebabkan kerisauan dan keresahan warga dibagian hilir dan sekitar aliran sungai Pemali. Sekitar pukul 16.00 WIB pada Senin (20/1/2025), wilayah kecamatan Jatibarang meliputi desa Kedungtukang, Kebogadung, Rengasbandung tak luput dari banjir. Di kecamatan Wanasari bahkan terdapat jebolnya tanggul, meskipun tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya namun berdampak banjir di desa Glonggong, Jagalempeni, Siasem dan Lengkong.
Masyarakat di wilayah perkotaan Brebes juga mulai resah. Banjir mulai masuk ke desa/kelurahan di sekitar kota Brebes yaitu di wilayah Pemaron, Terlangu dan Pulosari kemudian air mengarah ke timur masuk wilayah desa Kalimati, Wangandalem dan Krasak. Kegiatan evakuasi di desa Krasak berlangsung dari pukul 19.00 sampai 24.00 wib. Sejumlah 338 jiwa terdampak banjir utamanya para lansia, anak-anak dan balita dievakuasi ke tempat sementara yang aman seperti balaidesa, masjid dan sekolah/madrasah.
Hari Selasa (21/01/2025) pada pukul 03.00 WIB air sudah mulai masuk wilayah perkotaan meliputi Gandasuli dan Limbangan Kulon dan sekitarnya. Sebagian wilayah komplek perumahan juga terdampak banjir kiriman ini. Perkampungan di kota seperti Kauman dan Saditan pun tak luput dari luapan air dari sungai-sungai kecil yang terdampak dari banjir di wilayah hulu sebelumnya.
Sejak hari-hari sebelumnya, kesiapsiagaan terhadap bencana sudah diantisipasi. Upaya evakuasi, pengamanan dan tindakan lainnya sigap dilakukan instansi lembaga terkait dengan kebencanaan seperti BPBD, Dinas Sosial, Pemadam Kebakaran, TNI/Polri, Satpol PP, DPU dan lainnya. Berbagai koordinasi, tindakan dan komunikasi terus dilakukan untuk membantu warga terdampak banjir sekaligus upaya-upaya pemenuhan kebutuhan mendesak yang diperlukan. Segala tindakan berkaitan dengan penanganan banjir dan dampak lainnya juga dilaksanakan bersama dengan lembaga sosial dan swadaya masyarakat lainnya seperti PMI, Baznas, Pramuka, Tagana, PKH Brebes, SAR Kabupaten, Banser, MDMC, IOF Tegalraya dan lainnya.
Tidak ketinggalan, beberapa anggota Pramuka pun turut membantu dalam pelaksanaan penanggulangan bencana ini. Beberapa bidang kluster diikuti oleh Pramuka, seperti evakuasi, distribusi logistik, Dapur Umum dan lainnya. Bahkan sejak hari pertama Dapur Umum digelar di halaman kantor BPBD Kabupaten Brebes, Pramuka turut andil membantu pelaksanaannya.
Ketua Kwarcab Brebes yang sekaligus merangkap pula sebagai Ketua Mabicab Brebes, kak Ir Djoko Gunawan MT memberikan arahan dan dukungan agar Pramuka turut bersama membantu masyarakat. Melalui Wakil Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat, kak Eka Dharma Wahana MSi menjelaskan bahwa Pramuka Kwarcab Brebes berperan aktif dalam membersamai pemerintah dan bersama lembaga instansi lainnya dalam menanggulangi banjir serta membantu masyarakat.
“Kami menerjunkan banyak personil yang ada di daerah-daerah terdampak banjir secara terkoordinir maupun secara mandiri, utamanya di tempat-tempat secara langsung. Sebagian membantu di Dapur Umum, melaksanakan evakuasi dan distribusi logistik bersama relawan lainnya,” ungkapnya.
Sebanyak 5 personil yang pernah mengikuti pelatihan dan manajemen Dapur Umum turut membersamai Tagana dan PMI. Dengan menggunakan perlatan dan perlengkapan dari Mobil Operasional Dapur Umum dari Kemensos RI yang dikelola Dinas Sosial Kabupaten Brebes, Tim Dapur Umum berusaha memenuhi kebutuhan makanan siap saji dan santap untuk masyarakat terdampak banjir. Beberapa lainnya turut dalam evakuasi dan distribusi logistik. Di wilayah desa terdampak banjir banyak pula anggota Pramuka yang membentu masyarakat dalam menanggulangi bencana banjir ini.
Meski terbagi dalam jadwal yang meliputi pagi, siang dan malam, banyak personil yang turut membersamai secara penuh waktu. Usai Dapur Umum selesai melaksanakan tugas untuk penyiapan makan malam sebagian anggota Pramuka pulang beristirahat untuk melanjutkan sekolah di pagi harinya. Seperti halnya Dian dan Fitri anggota Pramuka Penegak, usai sekolah mereka kembali ke dapur umum untuk membantu operasional kegiatan. Sementara itu, Infa anggota Unit Bantu Pertolongan Pramuka (Ubaloka) dan Ajeng cukup punya waktu karena tengah menyelesaikan masa kuliah di semester akhir. Anggota Ubaloka lainnya mengikuti kluster evakuasi dan distribusi logistik dan membantu Dapur Umum serta yang lainnya saat tidak melaksanakan tugas utama. Ajeng yang merupakan anggota Pramuka tergabung pula di KSR PMI Brebes, sehingga peran dan tugasnya cukup punya andil bersama rekan-rekan relawan lainnya.
Relawan dari berbagai organisasi dan lembaga pun banyak membantu pelaksanaan Dapur Umum. Selama 4 hari berturut turut mereka membantu mengemas dan menyiapkan distribusi untuk dibagikan kepada masyarakat. Semua berkumpul bersama sembari berbagi pengalaman dan bertukar informasi terkait kegiatan dan kebencanaan. Ajang ini dimanfaatkan untuk bersilaturahmi antar relawan.
Pj Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana meninjau lokasi terdampak banjir di Desa Krasak dan Limbangan Kulon Kecamatan Brebes pada Selasa (21/1/2025). Disebutkan bahwa terdapat 8 kecamatan dan 16 kelurahan terdampak, serta 6.000 rumah dan sebanyak 7.000 warga terdampak banjir kali ini. Dijelaskan pula bahwa banjir yang melanda daerah perkotaan dari antara 70-80 cm berangsur surut ke 20-30 cm. Sebanyak 11 fasilitas umum dan 33 sekolah juga terdampak.
“Banjir di Brebes ini disebabkan karena meluapnya Sungai Pemali yang tidak mampu menampung debit air yang semakin besar dan akhirnya meluber,” katanya.
Kedatangan Pj Gubernur juga membawa bantuan untuk masyarakat terdampak banjir, termasuk bantuan logistik guna memenuhi kebutuhan logistik di Dapur Umum yang juga didirikan di beberapa wilayah baik oleh pemerintah, swasta maupun secara mandiri oleh masyarakat.
Pada hari Rabu (22/01/2025) sekitar jam 15.00 WIB operasional Dapur Umum bertempat di halaman kantor BPBD dinyatakan selesai setelah pembuatan makanan santap untuk waktu siang hari selesai dirampungkan. Namun begitu kegiatan operasional dapur umum yang dilaksanakan secara mandiri di wilayah masyarakat terdampak banjir di beberapa tempat masih berlangsung. Pemerintah melalui dinas terkait masih membantu dalam pemenuhan kebutuhan logistiknya. Pengiriman dan distribusinya juga dilaksanakan oleh Tim Reaksi Cepat dan Satgas Penanggulangan Bencana yang dibentuk oleh BPBD Kabupaten Brebes, beranggotakan banyak relawan dari berbagai organisasi dan lembaga masyarakat termasuk Pramuka.
Pewarta : Saptapandu Wiwied – Humas Kwarcab Brebes