Slawi – Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Jawa Tengah secara resmi menutup kegiatan Kursus Pelatih Pembina Tingkat Dasar (KPD) Tahun 2024 yang dilaksanakan di Kwartir Cabang Tegal. Upacara penutupan ini dihadiri oleh Ketua Kwartir Daerah Jawa Tengah, Prof. Dr. Ir. S. Budi Prayitno, M.Sc., yang menyampaikan sambutan sekaligus menutup kegiatan secara resmi.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Kwartir Cabang Tegal, dr. H. Widodo Joko Mulyono, M.Kes, MM, Kepala Pusdiklatda Kwarda Jawa Tengah, Dr. Wagiran, M.Hum, para pimpinan kursus, pelatih Kwarda Jawa Tengah, serta seluruh peserta kursus yang telah mengikuti rangkaian kegiatan selama enam hari.
Dalam sambutannya, Ketua Kwartir Daerah Jawa Tengah menyampaikan rasa syukur dan penghargaan kepada semua pihak yang telah mendukung suksesnya pelaksanaan KPD Tahun 2024.
“Syukur alhamdulillah kita semua diberikan nikmat sehat sehingga dapat mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat meskipun cuaca sedikit mendung. Saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pimpinan Kwarda Jateng, Pusdiklatda, Ketua Kwarcab Tegal, dan semua pihak yang telah berkontribusi,” Ujarya.
Ketua Kwarda Jateng juga memberikan apresiasi kepada para pelatih dan panitia yang telah mendesain dan memfasilitasi kegiatan ini sehingga berlangsung dengan lancar.
“Semoga semua kontribusi yang diberikan dibalas oleh Allah SWT dengan kebaikan yang lebih besar,” tambahnya.
Kursus Pelatih Pembina Tingkat Dasar (KPD) ini bertujuan untuk mencetak pelatih pembina Pramuka yang berkualitas dan berkarakter. Dalam sambutannya, Prof. Budi Prayitno menegaskan pentingnya peran strategis pelatih pembina dalam meningkatkan kualitas pembina Pramuka di Jawa Tengah.
“Melalui KPD ini, kita harapkan lahir generasi baru pelatih pembina yang mampu mencetak kader Pramuka yang tidak hanya kompeten tetapi juga memiliki karakter kuat,” jelasnya.
Selain itu, beliau juga menyoroti tantangan yang dihadapi Gerakan Pramuka, khususnya dalam menghadapi Generasi Z yang semakin akrab dengan teknologi dan informasi. Oleh karena itu, pelatih pembina diharapkan mampu terus beradaptasi dan berinovasi.
“Tantangan kepramukaan semakin kompleks, tetapi ini juga membuka peluang besar untuk berkembang. Sebagai pelatih pembina, kita harus kreatif, berpikir kritis, dan berkolaborasi untuk menciptakan kegiatan Pramuka yang menarik dan relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Ketua Kwartir Daerah Jawa Tengah memberikan beberapa pesan penting kepada para peserta KPD, antara lain untuk menyebarkan ilmu yang telah diperoleh, menjaga integritas, dan memanfaatkan teknologi secara bijak. Beliau juga mendorong para pelatih pembina untuk terus berkreasi dalam menciptakan kegiatan kepramukaan yang menarik, menantang, dan berbasis alam terbuka. (Asd.)