Gugus depan pangkalan SDN 3 Cingebul, Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menggelar kegiatan Pramuka Siaga yang unik. Bukan hanya latihan baris-berbaris atau pionering, anak-anak diajak bermain engklek, permainan tradisional Banyumas yang mulai jarang dimainkan anak-anak masa kini. Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan budaya lokal sekaligus meningkatkan keceriaan dan kerjasama antar anggota (21/02/2025)
Kegiatan yang melibatkan seluruh anggota Siaga putra dan putri ini dipandu langsung oleh para pembina yang berpengalaman. Mereka tidak hanya mengajarkan cara bermain engklek, tetapi juga menjelaskan sejarah dan makna permainan tersebut dalam budaya Banyumas. Para pembina juga menekankan pentingnya menjaga permainan tradisional sebagai warisan budaya bangsa.
“Kami ingin anak-anak mengenal dan mencintai permainan tradisional Banyumas,” ujar Didi Indramawan, S.Pd., pembina Siaga putra.
“Engklek bukan sekadar permainan, tetapi juga mengandung nilai-nilai pendidikan seperti sportivitas, kerjasama, dan kesabaran.” Didi menambahkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk menjauhkan anak-anak dari pengaruh gadget yang berlebihan.
Pembina Siaga putri, Diah Meilina, S.Pd., menambahkan,
“Melalui permainan engklek, anak-anak belajar tentang aturan, tata krama, dan pentingnya menghargai lawan main. Mereka juga belajar untuk bersosialisasi dan membangun kerjasama tim.” Diah menjelaskan bahwa permainan ini juga melatih motorik halus dan koordinasi mata-tangan anak.
Para anggota pramuka siaga SDN 3 Cingebul tampak antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka berlarian dan tertawa riang saat bermain engklek. Suasana penuh keceriaan dan persahabatan tercipta di lapangan sekolah. Mereka saling membantu dan menyemangati satu sama lain.
“Seru banget main engklek!” seru salah satu siswa Siaga putri.
“Aku baru tahu kalau permainan ini bisa melatih keseimbangan dan kecepatan.” Ungkapan senada disampaikan oleh beberapa siswa lainnya yang mengaku baru pertama kali bermain engklek.
Kamabigus SDN 3 Cingebul, Sa’diatul Munawaroh, S.Pd.SD., menyatakan bangga dengan inisiatif para pembina dalam melestarikan permainan tradisional.
“Kegiatan ini sejalan dengan visi sekolah untuk membentuk siswa yang berkarakter dan berbudaya,” tuturnya.
Sa’diatul Munawaroh juga berharap kegiatan tersebut dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk turut melestarikan permainan tradisional.
“Permainan tradisional memiliki nilai-nilai luhur yang perlu diwariskan kepada generasi muda,” tambahnya. Pihak sekolah berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan-kegiatan yang bernilai edukatif dan budaya.
Ke depan, SDN 3 Cingebul berencana untuk memperkenalkan lebih banyak permainan tradisional Banyumas lainnya kepada para siswa. Mereka juga akan melibatkan orang tua siswa dalam kegiatan ini untuk memperkuat nilai-nilai budaya lokal.
Melalui kegiatan Pramuka Siaga yang unik ini, SDN 3 Cingebul berhasil memadukan pendidikan karakter, keceriaan bermain, dan pelestarian budaya. Hal ini diharapkan dapat membentuk generasi muda yang berkarakter, kreatif, dan cinta budaya local (Eko Yuliansor, S.Pd.)
Pewarta : Eko Yuliansor, S.Pd