Kendal – Memasak bubur ternyata mudah, namun membutuhkan kesabaran. Hal ini menjadi pengalaman berharga bagi Pramuka Peduli Kwartir Cabang (Kwarcab) Kendal yang berkolaborasi dengan ibu-ibu PKK Desa Kebonharjo, Kecamatan Patebon, dalam aksi sosial membantu balita dan lansia terdampak bencana Pada Senin (10/02/2025)
Bagus, anggota Dewan Kerja Cabang (DKC) Kendal yang turut serta dalam kegiatan ini, mengungkapkan bahwa dirinya sudah beberapa kali terlibat dalam dapur umum saat bencana, namun ini adalah pengalaman pertamanya memasak bubur khusus untuk balita dan lansia.
“Beberapa kali saya ikut membantu dapur umum saat bencana, tetapi baru kali ini saya memasak bubur yang diperuntukkan bagi balita dan lansia,” tuturnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pramuka Peduli Kwartir Daerah Jawa Tengah dan Kwarcab Kendal bekerja sama dengan ibu-ibu PKK Desa Kebonharjo dalam memberikan paket bantuan serta menyalurkan bubur untuk kelompok rentan. Aksi ini mendapat apresiasi dari Kak Syntia, anggota Pramuli Kwarda Jateng yang turut mempersiapkan paket bantuan.
“Kolaborasi ini sangat efektif dalam memastikan bantuan tepat sasaran,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kak Syntia yang berprofesi sebagai dokter di Kota Semarang menekankan pentingnya membangun sinergi yang lebih baik dengan Tim Penggerak PKK di tingkat kabupaten, kota, dan provinsi.
“Ke depan, kita perlu membangun sinergi yang lebih luas agar dapat memperluas jangkauan bantuan,” tambahnya.
Sinergi antara Pramuli Kwarda Jateng dan ibu-ibu PKK ini diharapkan dapat menjadi role model dalam penanganan bencana di seluruh Kwartir Cabang. Salah satu keunggulan utama dari kerja sama ini adalah keakuratan data penerima manfaat yang dikelola oleh PKK melalui posyandu. Dengan demikian, bantuan dapat lebih tepat sasaran karena ibu-ibu PKK di desa lebih memahami kondisi dan kebutuhan setiap warga yang memiliki balita dan lansia.
Sementara itu, dalam proses memasak bubur, Ibu Sa’dana, salah satu warga yang bertugas memasak, mengungkapkan bahwa memasak bubur memang mudah tetapi membutuhkan kesabaran.
“Memasak bubur itu mudah, tetapi harus sabar karena harus terus diaduk hingga benar-benar empuk dan kental,” jelasnya. Menurutnya, untuk sekali memasak 7 kg beras, dibutuhkan waktu sekitar 1,5 jam.
Selain Ibu Sa’dana, ibu-ibu PKK lainnya juga berperan dalam menyiapkan topping bubur seperti telur dadar, oseng tempe, oseng ayam, dan oseng sayur. Setelah bubur selesai dimasak, bubur dituang ke dalam cup berukuran 300 ml, ditutup rapat, dan kemudian didistribusikan langsung ke dusun-dusun terdampak bersama Pramuli Kwarcab Kendal.
Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan bantuan yang diberikan tidak hanya bermanfaat bagi penerima, tetapi juga menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam menangani bencana dengan pendekatan berbasis komunitas yang efektif dan tepat sasaran.
Pewarta : Hermawan/Pramuli Kwarda Jateng
Editor : Asd./Pdt