( Anhocephalus condaba Miq)

Oleh : Endang Nur Pratiwi, SP
PENYULUH KEHUTANAN
CABANG DINAS KEHUTANAN WILAYAH VII
DLHK PROV JATENG
TAHUN 2020
- PENDAHULUAH
Jabon di Punggelan dikenal lampean tergolong kelas awet V (sedang) , Tanaman ini berasal dari Srilangka, India, Nepal, Bangladesh. Tanaman yang dikenal dengan nama latin Anhocephalus A RICH ,atau Anhocephalu Sinensis (Lamk). Di Indonesia terdapat di Sumatra, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat dan Papua. Di Kecamatan Punggelan Kabupaten Banjarnegara mulai dibudidayakan pada tahun 2006. Manfaat kayu Jabon untuk bahan konstruksi ringan, mainan anak-anak, peti kemas, pulp, korek api dan pabrik kayu lapis sudah mengggunakan bahan baku kayu Jabon.
- BUDIDAYA
- Syarat Tumbuh
Tanaman Jabon tumbuh pada tanah alluvial di pinggir sungai dan daerah peralihan antara tanah rawa dan tanah kering yang kadang-kadang digenangi air, juga tumbuh baik pada tanah liat, tanah lempung padzolik, lempung berbatu, tidak tumbuh baik, pada tanah tercuci.
Tumbuh pada bermacam-macam tanah, tapi tumbuh baik pada tanah subur drainase baik juga memerlukan iklim basah hingga kering curah hujan 1.500-5.000 mm pertahun atau lebih, karena pada awal pertumbuhannya memerlukan cukup banyak air.
Tinggi tempat tumbuh baik dari dataran rendah sampai ketinggian 1.000 meter dari permukaan laut, suhu maksimum 30◦ – 40 ◦ C, dibawah naungan suhu minimum 3◦-15◦C
Peka terhadap embun beku.
- Perbanyakan tanaman Jabon
Pohon jabon mulai berbunga pada umur 4 tahun dan berbuah setiap tahun, pembungaan April hingga Agustus kadang-kadang dari bulan Maret hingga November, buah masak Juni dan Agustus banyaknya buah sekitar 33 buah/kg sedangkan jumlah biji kering sekitar 10.000.000-26.132.000/kg (biji sangat lembut)
- Pembibitan
Biji Jabon tidak memerlukan perlakuan ketika ditabur namun karena biji sangat lembut maka diperlukan
- Bak Tabur Bisa dari plastic atau kayu ukuran dapat 45X45X10 cm
- Diisi dengan pasir halus yang steril agar mudah menabur dan merata biji dapat dicampur abu yang halus.
- Bak Tabur harus selalu lembab, setelah bibit berumur 1-2 bulan dengan tinggi 3-5 cm dan berdaun 4 helai siap dipindahkan ke polibag dan disiram pagi dan sore ( 2 x sehari ).
- Bedengan tempat menata polibag harus diberi naungan, dan pemeliharaan terus dilakukan sampai bibit tinggi 30 cm siap untuk dipindahkan ke lapangan.
- penanaman
Jarak tanam yang digunakan 3×2 m, 3×3 m atau 4×4 m, siapkan lubang tanam dengan ukuran 30x30x30 cm, ditanam pada awal musim hujan karena enam bulan pertama tanaman jabon memerlukan cukup air.
- Pemeliharaan
- Penyiangan dilakukan setiap 3 bulan sekali sampai tanaman berumur 2-3 tahun dengan cara membersihkan gulma yang ada disekitar tanaman radius 1 m
- Penyulaman dilakukan pada tahun pertama dan kedua bila ada tanaman yang mati dengan bibit yang lebih tinggi dari awal penanaman agar pertumbuhannya sama/tidak terhambat.
- Pemupukan diperlukan baik sebelum penanaman atau setelah ditanam untuk menambah unsure hara yang dibutuhkan tanaman dengan NPK 75-100 gram /pohon
- Penjarangan dilakukan mulai umur 3 tahun dan dilakukan pengulangan sampai umur 15 tahun, selanjutnya diulangi setiap 5 tahunsebelum akhir penebangan dengan daur 25-30 tahun.
- Hama Penayakit
Hama penyakit yang menyerang persemaian biasanya :
- Semut
- Bekicot
- Lodoh akibat jamur
Yang menyerang di lahan:
- Cendawan yang menyebabkan rontoknya daun sebagian atau sdeluruhnya menjadikan tanaman mati
- Serangan Margaranopsis yang menyebabkan tanaman gundul dan mati
- Rayap
- Ulat kukuk menyerang akar
Pemberantasannya dapat menggunakan Pestisida, pencegahan dapat dilakukan dengan membuat draenase untuk menjaga kelembaban dan lingkungan tanaman yang bersih.
- Panen
Panen tanaman jabon tergantung peruntukannya, panen umur 4-5 tahun dapat dilakukan untuk kebutuhan pabrik pulp, untuk kayu lapis 6-7 tahun dan untuk keperluan pertukangan kalaui sudah mencapai diameter 30-50 cm sekitar umur 25-30 tahun.
- Peluang Investasi
Menanam jabon merupakan tabungan masa depan karena kebutuhan kayu semakin meningkat sementara Pemerintah menerapkan kebijakan untuk tidak menggunakan kayu bulat hasil hutan alam pada industry perkayuan . yang mengakibatkan kerusakan hutan, sementara pabrik berbahan kayu akan terancam tutup kalau pasokan kayunya berkurang maka peluang emas bagi masyarakat yang akan berbudidaya Jabon.
- Nilai Ekonomi
Budidaya tanaman Jabon akan memberikan keuntungan yang sangat menggiurkan apabila dikerjakan secara serius. pada umur 4-5 tahun dengan jumlah 625 pohon per ha dengan perkiraan volume kayu 800-1.000 m3 per ha, dengan prediksi harga jabon 5 tahun kedepan Rp. 1,2 juta/m3, maka hasil yang diperoleh = Rp. 960.000.000/ha
Informasi harga jabon per m3 pada th. 2011 :
- Diameter 15-19 cm = Rp. 450.000,-
- Diameter 20-29 cm = Rp. 630.000,-
- Diameter 30 cm up = Rp.750.000,-
DAFTAR PUSTAKA
- Abdurochim, dkk. 1989. Altas Kayu Indonesia
Badan Litbanghut, Dephut. Bogor
- Anonimous, 1996, Teknik Pembuatan Tanaman Jabon, Dirjen RRL Dephut Jakarta
- Anonimous, 1999 Materi Penyuluhan Kehutanan dan Perkebunan Pusluh Dephut.

