Close Menu
Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa TengahKwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah
    • Home
    • Profil
      • Lambang
      • Daftar Ketua Kwartir Daerah Jawa Tengah
      • Pra Kata Ketua Kwarda Jawa Tengah
      • Profil Pimpinan
      • Profil Sekretariat
    • Organisasi
      • Pengurus
      • Pusdiktlatda
      • Pusdatin
      • Puslitbangda
      • Dewan Kerja Daerah
    • Berita
      • Aktivitas Kwarda
      • Lintas Pramuka Jateng
      • Dewan Kerja
    • Puskepram
    • Kwartir Cabang
    • Portal Data
      • Peta Pendataan Anggota Pramuka Jateng
      • Ayo Pramuka Kwarnas
      • Pusat Data dan Informasi
    Kirim Berita RADIO
    Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah
    Home»Lintas Pramuka Jateng»BUDIDAYA JABON

    BUDIDAYA JABON

    Lintas Pramuka Jateng By 14/11/2020166 Views
    Share WhatsApp Facebook Twitter Telegram
    Budidaya Jabon
    Share
    WhatsApp Facebook Twitter Telegram

    ( Anhocephalus condaba Miq)

    Budidaya Jabon

    Oleh : Endang Nur Pratiwi, SP

    PENYULUH KEHUTANAN

    CABANG DINAS KEHUTANAN WILAYAH VII

    DLHK PROV JATENG

    TAHUN 2020

     

     

    1. PENDAHULUAH

    Jabon di Punggelan dikenal lampean tergolong kelas awet V (sedang) , Tanaman ini berasal dari Srilangka, India, Nepal, Bangladesh. Tanaman yang dikenal dengan nama latin Anhocephalus  A RICH ,atau Anhocephalu Sinensis (Lamk). Di  Indonesia terdapat di Sumatra, Jawa Barat, Jawa Timur,  Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat dan Papua. Di Kecamatan Punggelan Kabupaten Banjarnegara  mulai dibudidayakan pada tahun 2006. Manfaat kayu Jabon untuk bahan konstruksi ringan,  mainan anak-anak, peti kemas, pulp, korek api dan pabrik kayu lapis sudah mengggunakan bahan baku kayu Jabon.

     

    1. BUDIDAYA

     

    1. Syarat Tumbuh

    Tanaman Jabon tumbuh pada tanah alluvial di pinggir sungai dan daerah peralihan antara tanah rawa dan tanah kering yang kadang-kadang  digenangi air, juga tumbuh  baik pada tanah liat, tanah lempung padzolik, lempung berbatu, tidak tumbuh baik, pada tanah tercuci.

    Tumbuh pada bermacam-macam tanah, tapi tumbuh baik pada tanah subur drainase baik juga memerlukan iklim basah hingga kering curah hujan 1.500-5.000 mm pertahun atau lebih, karena pada awal pertumbuhannya memerlukan cukup  banyak air.

    Tinggi tempat tumbuh baik dari dataran rendah sampai ketinggian 1.000 meter dari permukaan laut, suhu maksimum 30◦ – 40 ◦ C, dibawah naungan suhu minimum 3◦-15◦C

    Peka terhadap embun beku.

     

    1. Perbanyakan tanaman Jabon

    Pohon jabon mulai berbunga pada umur 4 tahun dan berbuah setiap tahun, pembungaan April hingga Agustus kadang-kadang dari bulan Maret hingga November, buah masak Juni dan Agustus banyaknya buah sekitar 33 buah/kg sedangkan jumlah biji kering sekitar 10.000.000-26.132.000/kg (biji sangat lembut)

     

    1. Pembibitan

    Biji Jabon tidak memerlukan perlakuan ketika ditabur namun karena biji sangat lembut maka diperlukan

    • Bak Tabur Bisa dari plastic atau kayu ukuran  dapat 45X45X10 cm
    • Diisi dengan pasir halus yang steril agar mudah menabur dan merata biji dapat dicampur abu yang halus.
    • Bak Tabur harus selalu lembab, setelah bibit berumur 1-2 bulan dengan tinggi 3-5 cm dan berdaun 4 helai siap dipindahkan ke polibag dan disiram pagi dan sore ( 2 x sehari ).
    • Bedengan tempat menata polibag harus diberi naungan, dan pemeliharaan terus dilakukan sampai bibit tinggi 30 cm siap untuk dipindahkan ke lapangan.

     

    1. penanaman

    Jarak tanam yang digunakan  3×2 m,  3×3 m atau 4×4 m, siapkan lubang tanam dengan ukuran 30x30x30 cm, ditanam pada awal musim hujan karena enam bulan pertama tanaman jabon memerlukan cukup air.

     

    1. Pemeliharaan
      • Penyiangan dilakukan setiap 3 bulan sekali sampai tanaman berumur 2-3 tahun dengan cara membersihkan gulma yang ada disekitar tanaman radius 1 m
      • Penyulaman dilakukan pada tahun pertama dan kedua bila ada tanaman yang mati dengan bibit yang lebih tinggi dari awal penanaman agar pertumbuhannya sama/tidak terhambat.
      • Pemupukan diperlukan baik sebelum penanaman atau setelah ditanam untuk menambah unsure hara yang dibutuhkan tanaman dengan NPK 75-100 gram /pohon
      • Penjarangan dilakukan mulai umur 3 tahun dan dilakukan pengulangan sampai umur 15 tahun, selanjutnya diulangi setiap 5 tahunsebelum akhir penebangan dengan daur 25-30 tahun.

     

     

     

    1. Hama Penayakit

    Hama penyakit yang menyerang persemaian  biasanya :

    • Semut
    • Bekicot
    • Lodoh akibat jamur

    Yang menyerang di lahan:

    • Cendawan yang menyebabkan rontoknya daun sebagian atau sdeluruhnya menjadikan tanaman mati
    • Serangan Margaranopsis yang menyebabkan tanaman gundul dan mati
    • Rayap
    • Ulat kukuk menyerang akar

    Pemberantasannya dapat menggunakan Pestisida, pencegahan dapat dilakukan dengan membuat draenase untuk menjaga kelembaban dan lingkungan tanaman yang bersih.

     

    1. Panen

    Panen tanaman jabon tergantung peruntukannya, panen umur 4-5 tahun dapat dilakukan untuk kebutuhan pabrik pulp, untuk kayu lapis 6-7 tahun dan untuk keperluan pertukangan  kalaui sudah mencapai diameter 30-50 cm sekitar umur 25-30 tahun.

     

    1. Peluang Investasi

    Menanam jabon merupakan tabungan masa depan karena kebutuhan kayu semakin meningkat sementara Pemerintah menerapkan kebijakan untuk tidak menggunakan kayu bulat hasil hutan alam pada industry perkayuan . yang mengakibatkan kerusakan hutan, sementara pabrik berbahan kayu akan terancam tutup kalau pasokan kayunya berkurang maka peluang emas bagi masyarakat yang akan berbudidaya Jabon.

     

    1. Nilai Ekonomi

    Budidaya tanaman Jabon akan memberikan keuntungan yang sangat menggiurkan apabila dikerjakan secara serius. pada umur 4-5 tahun dengan jumlah 625 pohon per ha dengan perkiraan volume kayu 800-1.000 m3 per ha, dengan prediksi harga jabon 5 tahun kedepan Rp. 1,2 juta/m3, maka hasil yang diperoleh = Rp. 960.000.000/ha

    Informasi harga jabon per m3  pada th. 2011 :

    1. Diameter  15-19 cm  = Rp. 450.000,-
    2. Diameter  20-29 cm  = Rp. 630.000,-
    3. Diameter  30 cm up = Rp.750.000,-

     

     

    DAFTAR PUSTAKA

     

    1. Abdurochim, dkk. 1989. Altas Kayu Indonesia

    Badan Litbanghut, Dephut. Bogor

    1. Anonimous, 1996, Teknik Pembuatan Tanaman Jabon, Dirjen RRL Dephut Jakarta
    2. Anonimous, 1999  Materi Penyuluhan Kehutanan dan Perkebunan Pusluh Dephut.

      Berita terbaru
      Lintas Pramuka Jateng

      Dongeng Boneka Tangan Tiga Bahasa Ramaikan Stand Kwarran Purwojati

      Lintas Pramuka Jateng PUSDATIN JATENG11/09/20260

      PURWOKERTO — Ada cara unik untuk mengenalkan dunia kepramukaan di stand Kwarran Purwojati dalam Festival…

      Ka Kwarda Jawa Tengah Kunjungi Stand Purwojati, Apresiasi Kentongan DKR

      09/09/2026

      Meriah! Pertunjukan Kentongan dan Anoman Obong Ramaikan Festival Pramuka Banyumas

      09/09/2026

      Stand 35 Kwarran Purwojati Ramaikan Festival Pramuka Banyumas 2026

      09/09/2026
      Media Sosial
      • Facebook
      • YouTube
      • TikTok
      • WhatsApp
      • Twitter
      • Instagram

      Sekretariat :

      Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah
      Gedung Pramuka Lantai 5
      Jl. Pahlawan no. 8 Semarang
      Tel: +(024) 8311163
      Fax: +(024) 8311902.

      Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
      © 2026 Kwarda Jawa Tengah by Cyber Scouts PUSDATIN

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

      Go to mobile version