WONOSOBO – Unit Bantu Pertolongan Pramuka (Ubaloka ), menyelenggarakan Gladi Tangguh ke-6 Tahun 2021. Kegiatan ini merupakan wujud dari kepedulian gerakan pramuka terutama pramuka penegak dan pandega dalam hal kemanusian. Ubaloka merupakan wadah kegiatan pramuka yang hanya ada di Kwartir Daerah Jawa Tengah dalam bidang pertolongan dan kemanusiaan, Kegiatan GT Ubaloka ini dilaksanakan mulai tanggal 30 Oktober sampai dengan 4 November 2021, bertempat di Sanggar Pramuka Kwarcab Wonosobo.
Dalam amanatnya Ka Kwarcab Wonosobo, Kak Drs. Muhammad Albar, MM mengatakan Ubaloka
merupakan wujud penerapan Tri Satya dan Dasadarma, juga menjadi sarana pramuka
penegak dan pandega dalam bidang pertolongan dan kemanusiaan, baik dalam
kerangka peduli terhadap lingkungan maupun sesama manusia.
“ Ubaloka sendiri dibentuk untuk menyalurkan, mengarahkan,
membina dan mengembangkan potensi Gerakan Pramuka, khususnya pramuka penegak
dan pandega yang berminat dan berkemampuan dalam usaha pertolongan dan
tugas-tugas kemanusiaan. Untuk menjadi anggota Ubaloka sendiri, selain berminat
dan berkemampuan, juga harus dibekali dengan keterampilan dan pelatihan-pelatihan
khusus oleh ahlinya, jadi tidak asala-asalan,” ungkap kak Albar.
Kak Albar berharap kepada peserta pelatihan Gladi Tangguh
Ubaloka Kwarcab Wonosobo, untuk serius dalam mengikuti pelatihan ini, mengikuti
arahan-arahan dan serap ilmu dari para pelatih. Dan ketika tiba saatnya ada
bencana maupun kecelakaan dimanapun dan kapanpun, sebagai anggota Ubaloka telah
siap, cakap dan tanggap. Serta dapat memberikan pertolongan secara cepat, tepat
dan benar.
Senada, Waka Bina Muda Kwarda Jawa Tengah, Kak Hernowo Budi
Luhur, yang ikut hadir dalam pembukaan Gladi Tangguh Ubaloka Kwarcab Wonosobo,
juga menyampaikan bahwa Ubaloka ini hanya ada di Kwarda Jawa Tengah dan unit
yang dimiliki oleh Dewan Kerja Kwarda Jawa Tengah. Gladi Tangguh ini juga
merupakan pendidikan dan pelatihan bagi calon unit bantu pertolongan pramuka
dengan persyaratan tertentu.
“Setiap kegiatan pramuka ada yang disebut dengan managemen
resiko, apalagi kegiatan di luar ruangan, pertama-tama harus melakukan
pertimbangan manajemen resiko, mempersiapkan resiko-resiko apa yang kemungkinan
terjadi sehingga semua itu bisa diantisipasi sejak awal. Oleh karena itu himbauan
kami dari Kwarda untuk adik-adik dan pembina-pembina semuanya, untuk semua
kegiatan kita lakukan, kita imbangi dengan perencanaan yang bagus terutama
dengan meningkatkan manajemen resiko. Jadi semua kegiatan akan bermanfaat dan
berfaedah selama dilakukan dengan tahapan dan tata cara yang benar,” pungkas
Hernowo.
Sementara itu kak Dika ketua sangga kerja GT ubaloka tahun 2021 menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti 43 orang peserta dari utusan kwarran, saka serta dari utusan Kwarcab kota Semarang, kegiatan ini didahului dengan swab antigen oleh dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo. Kak Dika menjelaskan kegiatan ini dilaksanakan mulai dari tanggal 29 Oktober sampai 4 November 2021, bertempat di Sanggar Pramuka Kwarcab Wonosobo.
Lanjut Kak Dika, kegiatan ini dilaksanakan dengan materi
teori sebanyak 25% dan praktik 75%,
dengan pemateri dari POS BASARNAS Wonosobo, SAR Kabupaten Wonosobo, BPBD
Wonosobo, Tagana Wonosoo, Kodim 0707 Wonosobo, Orari Wonosobo dan Dinas
Kesehatan Wonosobo.
“Dengan beragamnya pemateri, kita mengharapkan peserta GT
Ubaloka ini bias mendapatkan transfer ilmu dan keterampilan dari banyak pihak,”
pungkasnya.

