Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Klaten resmi memasuki masa kepemimpinan baru melalui Musyawarah Cabang (Muscab) XV yang digelar pada Selasa, 23 Desember 2025. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Ganesha SMP Negeri 2 Klaten tersebut mengusung tema “Mufakat Semangat Bersatu Maju”.
Muscab juga menegaskan pentingnya peran unsur Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) serta keterwakilan Kwartir Ranting (Kwarran) dalam mendukung arah kebijakan dan program pembinaan kepramukaan di Kabupaten Klaten.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, S.I.Kom, yang selama ini menjabat sebagai Ketua Kwarcab, secara resmi menyampaikan pamit dari jabatan kepemimpinan Kwarcab. Dalam sambutannya, Hamenang menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Gerakan Pramuka Klaten serta permohonan maaf atas keterbatasan kehadiran selama masa kepemimpinannya akibat padatnya tugas pemerintahan. Meski demikian, ia menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan Gerakan Pramuka.
“Pramuka harus tetap menjadi kegiatan wajib dan terus eksis di Kabupaten Klaten,” tegasnya.
Apresiasi atas kinerja Kwarcab Klaten juga disampaikan oleh Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah yang diwakili oleh Sekretaris Bidang Renorhum, Drs. Agus Widiyanto. Ia menyampaikan penghargaan atas berbagai capaian dan aktivitas yang telah dilaksanakan oleh kepengurusan sebelumnya.
Kak Agus Widiyanto menekankan bahwa pengurus Kwarcab Klaten ke depan dihadapkan pada tantangan pembinaan generasi muda yang semakin dinamis seiring perkembangan teknologi.
“Pengurus Kwarcab Klaten ke depan diharapkan mampu menjawab tantangan zaman, khususnya dalam membina generasi milenial dan Generasi Z yang sangat lekat dengan teknologi. Gerakan Pramuka harus terus adaptif dan inovatif, namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai dasar kepramukaan sebagai jati diri organisasi,” ujarnya.
Melalui Muscab XV ini, Kwarcab Klaten meneguhkan komitmen untuk terus memperkuat peran Gerakan Pramuka sebagai wadah pembinaan generasi muda yang berkarakter, berdaya saing, serta siap menghadapi tantangan zaman di bawah kepemimpinan yang baru.

