PATI – Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Tengah secara resmi membuka Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Dasar (KPD) Tahun 2026 di kawasan wisata Jolong, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Senin (26/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan profesionalisme pelatih dalam mendukung pendidikan kepramukaan di Jawa Tengah.
Ketua Kwarda Jawa Tengah, Prof. Dr. Ir. S. Budi Prayitno, M.Sc., saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa KPD bukan sekadar sarana menambah pengetahuan dan keterampilan kepramukaan, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter kepelatihan, peningkatan kapasitas diri, serta penguatan komitmen calon pelatih pembina Pramuka.
Dalam sambutannya, ia mengibaratkan pelaksanaan KPD sebagai Kawah Candradimuka bagi para calon pelatih. Melalui proses pendidikan dan pelatihan selama enam hari, peserta diharapkan mampu menempa diri menjadi pelatih yang kompeten, berdedikasi, dan siap menghadapi tantangan pendidikan kepramukaan di masa mendatang.
“Harapan kami, Kakak-kakak dapat menjadi Gatotkaca zaman milenial, sebagai pelatih hebat melalui KPD 2026,” ungkapnya.
Menurutnya, pelatih pembina memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas pembinaan generasi muda. Pelatih tidak hanya bertugas mentransfer pengetahuan, tetapi juga membekali para pembina dengan kemampuan untuk membentuk peserta didik yang berkarakter Pancasila, berjiwa patriotik, mandiri, serta memiliki daya saing global.
KPD 2026 membekali peserta dengan berbagai materi esensial, mulai dari filosofi dasar Gerakan Pramuka, teknik kepelatihan yang efektif, metodologi pembinaan yang inovatif, hingga manajemen kegiatan kepramukaan yang profesional. Peserta juga diharapkan aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman agar proses pembelajaran berjalan optimal.
Selain penguatan kompetensi kepelatihan, Budi Prayitno menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi melalui digitalisasi organisasi. Pemanfaatan platform Ayo Pramuka Kwarnas yang digagas Kwartir Nasional menjadi salah satu hal yang perlu dipahami dan diterapkan oleh jajaran pengurus, pelatih, serta pembina di tingkat gugus depan.
Menurutnya, digitalisasi perlu diintegrasikan dalam pengelolaan administrasi, pendataan anggota, serta pengembangan model pembelajaran kepramukaan berbasis digital. Dengan demikian, pelatih dan pembina diharapkan mampu menjadi teladan sekaligus fasilitator yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Ia juga mengingatkan pentingnya penerapan manajemen risiko dalam setiap kegiatan kepramukaan. Perencanaan dan pelaksanaan kegiatan bagi peserta didik harus dilakukan secara bijak, terarah, dan memperhatikan aspek keselamatan.
“Setelah mengikuti KPD ini, Kakak-kakak tidak hanya membawa pulang sertifikat atau ijazah, tetapi juga ilmu yang mendalam, semangat yang membara, dan komitmen yang teguh untuk mengaplikasikan ilmu serta pemanfaatan platform digital tersebut di gugus depan masing-masing,” pesannya.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Kwarda Jawa Tengah menyampaikan apresiasi kepada Bidang Pembinaan Anggota Dewasa (Binawasa), Pusat Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Pusdiklatda), serta Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kwarda Jawa Tengah atas persiapan dan penyelenggaraan KPD 2026. Apresiasi juga disampaikan kepada Kwartir Cabang Pati, Pemerintah Kabupaten Pati, instansi terkait, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung kegiatan tersebut.
Pembukaan KPD 2026 turut dihadiri jajaran pimpinan Kwarda Jawa Tengah, Ketua Kwarcab se-Pati Raya atau yang mewakili, Ketua Kwarcab Pati H. Sugiyono, AP., M.Si., Kepala Pusdiklatda Kwarda Jawa Tengah Dr. Wagiran, M.Hum., pimpinan kursus, serta seluruh calon peserta.
Melalui KPD 2026, Kwarda Jawa Tengah berharap lahir pelatih-pelatih yang inspiratif, kreatif, dan inovatif, serta mampu meningkatkan kualitas pembinaan Pramuka di gugus depan. Kompetensi yang diperoleh selama kursus diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan untuk membentuk generasi muda yang berkarakter, berakhlak mulia, dan mencintai Tanah Air. (Asd.)


